40 Persen Korban Kasus KDRT adalah Para Suami?

Sabtu, 16 Desember 2017 – 11:57 WIB
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Foto ilustrasi: dok.JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel menyebutkan banyak laki-laki atau suami yang menjadi korban KDRT. Seperti studi yang dilakukan kelompok pembela hak-hak lelaki Parity, misalnya.

Dari total kasus KDRT, menemukan 40 persen di antaranya ternyata adalah pertikaian domestik dengan lelaki atau suami sebagai korban kekerasan pasangannya.

BACA JUGA: Kode Keras Agnez Mo Soal 2018

Berdasarkan Survey National Tentang Kekerasan Pasangan yang dilakukan National Center for Injury Prevention and Control (2011), satu dari empat lelaki dewasa di Amerika Serikat mengalami kekerasan dari pasangan mereka.

"Walau tidak sampai separoh, tapi angka-angka di atas tetap sungguh-sungguh melampaui perkiraan awam. Bahwa jauh lebih banyak perempuan atau istri yang menjadi ketur maupun sansak hidup pasangan mereka," kata Reza, Sabtu (16/12).

BACA JUGA: 24 Persen Pria di Jakarta Pernah Paksa Istri Melayani Nafsu

"Kendati berkedudukan sebagai korban, para lelaki malang itu enggan melapor karena isi laporan mereka mengandung aib," imbuhnya.

Maksudnya, lanjut Reza, melapor malah membuka resiko lelaki korban KDRT mengalami secondary victimization, termasuk dirundung oleh penegak hukum maupun lembaga advokasi.

BACA JUGA: Ustaz Alhabsyi Bingung Dilaporkan Kasus KDRT

Studi Denise Hinse (2009) menemukan fakta tentang itu. Yakni, ketika 302 suami yang diazab istri mereka menelepon nomor hotline, hanya delapan persen yang mengatakan sangat tertolong.

Kebanyakan, 69 persen menyebut tak terbantu sama sekali. Menyakitkan hati, 16 persen mengaku diabaikan atau bahkan diolok-olok.

"Bahkan di institusi Polri pun, pilihan nama Satuan Kekerasan Anak dan Wanita atau Unit Perlindungan Perempuan dan Anak sudah menjadi batu ganjalan bagi para Hercules yang sekarat terkena bisa mematikan Medusa," tandasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Catat! Cacian dan Bullying Termasuk KDRT


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
KDRT   Kasus Kdrt  

Terpopuler