5 Alasan Kuat Barcelona Pecat Ronald Koeman, Nomor 3 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 29 Oktober 2021 – 17:13 WIB
Pelatih Barcelona Ronald Koeman (kaus hitam). Foto: Twitter @90Min_football

jpnn.com, BARCELONA - Barcelona resmi mendepak Ronald Koeman dari kursi kepelatihan usai Blaugrana takluk 0-1 dari Rayo Vallecano di matchday kesepuluh La Liga, Kamis (28/10).

Isu seputar pemecatan Koeman sejatinya sudah berembus kencang dalam beberapa bulan ke belakang.

BACA JUGA: Sayonara, Ronald Koeman Resmi Didepak Barcelona

Sejumlah penggemar Barca juga merasa lega dengan keputusan manajemen yang memutus kontrak pria Belanda tersebut.

Beberapa faktor ditenggarai membuat kesabaran dewan direksi terhadap Koeman habis. Jpnn.com telah menghimpun beberapa di antaranya, simak di bawah ini.

BACA JUGA: 5 Pemain Barcelona Ini Ketiban Untung Usai Pemecatan Ronald Koeman

1. Penampilan Mengecewakan Melawan Rayo Vallecano

Pertandingan melawan klub asal Madrid itu menunjukkan Barcelona yang tidak responsif. Barca hanya memiliki satu tembakan tepat sasaran dan gagal mengeksekusi penalti.

BACA JUGA: Detik-detik Fan Barcelona Halangi Kepulangan Ronald Koeman dari Camp Nou

Kalah melawan Rayo yang merupakan klub promosi La Liga tentu hal memalukan.

2. Formasi yang Kaku

Koeman enggan bergeming dengan formasi 3-5-2 andalannya. Padahal Barcelona dalam beberapa musim meraih kesuksesan ketika memainkan sistem 4-3-3.

Formasi Koeman dianggap kaku dan kurang kreasi ketika melakukan serangan. 

3. Hasil Selama Musim 2021/22

Tidak dapat disangkal bahwa penampilan Barcelona musim ini sangat mengecewakan. Dalam 13 pertandingan, Barca menang lima kali, kalah lima kali dan seri tiga kali.

Barca hanya mencetak 16 gol dan kebobolan 17. Kesebelasan asal Katalan ini juga belum pernah merebut kemenangan di laga tandang. Untuk klub sebesar Barcelona, hasil tersebut tentu tak bisa dimaafkan lagi.

4. Awal Liga Champions yang Buruk

Barcelona memulai kampanye Liga Champions 2021/22 dengan dua kekalahan beruntun dengan skor identik 0-3 melawan Bayern Munchen dan Benfica.

Gerard Pique dan kolega hanya mampu memetik satu kemenangan dengan skor tipis 1-0 atas klub Ukraina Dynamo Kyiv. Saat ini Barca masih berada di peringkat tiga klasemen Grup E.

5. Hubungan Kurang Harmonis dengan Joan Laporta

Kedua sosok ini kerap terlibat perang kata-kata di hadapan media. Semuanya berawal ketika Laporta mempertimbangkan untuk menunjuk manajer baru pada musim panas ini.

Koeman yang tak senang kemudian menyebut sang presiden sebagai sosok yang kurang bijaksana.

"Dia berbicara terlalu banyak dan tidak bijaksana pada suatu kesempatan. Itu (pergantian pelatih) bisa dibicarakan secara pribadi," tutur Koeman saat itu.(marca/mcr15/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dhiya Muhammad El-Labib

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler