5 Berita Terpopuler: Gaji Guru Honorer Naik, tetapi Harus Ada Jaminan P1, P2, dan P3 Jadi PPPK, wow!

Rabu, 15 Maret 2023 – 06:23 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad di acara penyerahan SPK guru dan tendik berstatus honorer di SMAN 1 Singkep, Kabupaten Lingga, pada Senin (13/3). Foto: Diskominfo Kepri

jpnn.com, JAKARTA - Selamat pagi pembaca setia JPNN.com, hari ini kami sajikan berita terpopuler sepanjang Selasa (14/3) tentang gaji guru honorer dan tendik naik, guru honorer P1,P2, dan P3 minta jaminan diangkat PPPK, hingga wow Ketua X DPR dukung guru PTUN-kan Kemendikbudristek.

Simak selengkapnya! Jangan lupa ya, tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Honorer Nakes Bisa Bergembira, tetapi PPPK Guru Menangis, PGRI Bergerak

1. Gaji Guru Honorer & Tendik Naik, Setelah Itu Siap-siap jadi PPPK, Penak to?

Pemerintah memberi sinyal kuat tidak serta merta menghapus pegawai non-ASN atau honorer per 28 November 2023.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: PPPK 2022 Kacau, Waspadai Penipuan Pasca-Kelulusan, Ada Apa dengan SSCASN?

Pemerintah juga sudah memastikan pada 2024 akan melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas menyebutkan, formasi yang disediakan untuk seleksi CPNS dan PPPK 2024 sebanyak 1 juta, yang diprioritaskan untuk tenaga bidang pendidikan dan kesehatan.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Masih Banyak Formasi PPPK 2022 Kosong, Ratusan Guru Honorer Gembira, P1 Tidak Ada Harapan?

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Gaji Guru Honorer & Tendik Naik, Setelah Itu Siap-siap jadi PPPK, Penak to?

2. 10 Ribu Honorer Tendik Bakal Kepung KemenPAN-RB, Segera Revisi Manajemen PPPK

Sebanyak 10 ribu honorer tenaga kependidikan (tendik) dari berbagai daerah akan bertemu di Jakarta.

Mereka akan melakukan aksi besar-besaran menuntut PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) direvisi.

Ketum forum Guru Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori usia 35 tahun plus (GTKHNK35 ) H. Nasrullah mengatakan PP Manajemen PPPK harus direvisi agar tendik bisa masuk dalam jabatan ASN PPPK.

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

10 Ribu Honorer Tendik Bakal Kepung KemenPAN-RB, Segera Revisi Manajemen PPPK

3. Ketua Komisi X DPR Dukung Guru Honorer PTUN-kan Kemendikbudristek, wow!

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mendukung upaya guru honorer yang berstatus prioritas satu (P1) menggugat Kemendikbudristek.

Gugatan ini menyusui adanya kebijakan Direktur Jenderal Guru Tenaga kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nunuk Suryani yang membatalkan penempatan 3.043 P1 pada PPPK guru 2022.

Pembatalan tertanggal 1 Maret 2023, tetapi baru diumumkan Kemendikbudristek sehari sebelum pengumuman PPPK guru pada 8 Maret itu menimbulkan kepanikan di kalangan guru honorer P1.

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Ketua Komisi X DPR Dukung Guru Honorer PTUN-kan Kemendikbudristek, wow!

4. Harus Ada Jaminan Untuk Guru Honorer P1, P2, dan P3 Diangkat PPPK 2023 Tanpa Tes

Koordinator wilayah Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Provinsi Jambi Amaden mendesak pemerintah untuk menyediakan formasi PPPK 2023 untuk P1 sampai P3.

Jangan sampai guru honorer berstatus prioritas satu (P1), P2, dan P3 tidak bisa diangkat lagi, karena alasan formasi habis.

"Kami berharap Presiden Joko Widodo, MenPAN-RB Azwar Anas, Mendikbudristek Nadiem Makarim, dan Plt. Kepala BKN Bima Haria Wibisana serius menyelesaikan sisa P1, P2, dan P3 dalam seleksi PPPK 2023," tutur Amaden kepada JPNN.com, Selasa (14/3).

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Harus Ada Jaminan Untuk Guru Honorer P1, P2, dan P3 Diangkat PPPK 2023 Tanpa Tes

5. Buron WN Jepang Terdeteksi di Indonesia

Polri mengatakan pencarian subjek interpol atau buron dengan kewarganegaraan Jepang bernama Yamazaki Yusuke terdeteksi di Indonesia.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan Polri terus melakukan pencarian terhadap subjek interpol blue notice dari Jepang tersebut.

“Pencarian subjek interpol atas nama Yamazaki Yusuke, warga negara Jepang yang kabur ke Indonesia, kami sampaikan bahwa yang bersangkutan masih terdeteksi di wilayah Indonesia,” ucap Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Buron WN Jepang Terdeteksi di Indonesia

BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Berita Terpopuler: 543.300 Honorer Guru Jadi ASN, Tolong Kesalahan yang Sama Tak Terulang, Jangan Aneh-Aneh


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler