5 Berita Terpopuler: Nama Anies Disebut Ferdinand, Puan Bereaksi Keras, TNI dan Polri Bergerak

Sabtu, 20 November 2021 – 06:22 WIB
Anies Baswedan di atas panggung acara Reuni 212 pada 2019 lalu. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Selamat pagi pembaca setia JPNN.com, hari ini kami sajikan berita terpopuler sepanjang Jumat (19/11) tentang Farid Okbah ditangkap nama Anies Baswe disebut-sebut oleh Ferdinan Hutahean, Puan bereaksi keras soal mafia tanah, hingga TNI dan Polri bergerak menutup jalan. Simak selengkapnya!

Jangan lupa ya! tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Ada Serangan Mengancam Guru Honorer, Banyak Pemda Tutup Mulut, Arief Poyuono Bereaksi

1. Farid Okbah Ditangkap Densus 88, Ferdinand Sebut Nama Anies Baswedan, Mencengangkan

Direktur Eksekutif Indonesia Police Monitoring Ferdinand Hutahaean menyoroti keriuhan pascapenangkapan tiga terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror Polri di Bekasi, Jawa Barat.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Prabowo Melirik Jokowi, Fadli Zon Mengkritik Pedas, Ada Masalah dengan NIP PPPK?

Menurut Ferdinand, kehebohan itu tidak terlepas dari dua di antara tiga orang yang ditangkap Densus 88 merupakan figur publik. Mereka ialah Ahmad Zain An-Najah yang pengurus MUI Pusat, dan Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Okbah.

"Keriuhan semakin bertambah ramai ketika salah satu terduga yang telah ditetapkan jadi tersangka, yaitu Ustaz Farid Okbah, ternyata beberapa waktu sebelum ditangkap bertemu dengan Anies Baswedan, gubernur DKI Jakarta," ucap Ferdinand di Jakarta, Kamis (18/11).

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Pemda Kena Sentil soal Gaji PPPK, Guru Honorer Siap Demo, Siapa yang Disindir Jokowi?

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Farid Okbah Ditangkap Densus 88, Ferdinand Sebut Nama Anies Baswedan, Mencengangkan

2. Soal Pemberkasan NIP PPPK Guru dan Non-Guru, Hanif Darmawan: Alhamdulillah

Bertambah lagi jumlah pemerintah daerah (pemda) yang melakukan pemberkasan NIP PPPK 2021.

Setelah lima daerah di Sumatera Selatan (Sumsel), kini Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, juga akan melakukan sosialisasi pemberkasan NIP PPPK guru dan PPPK tenaga kesehatan.

"Alhamdulillah guru dan nakes yang lulus PPPK 2021 akan mengikuti sosialisasi pemberkasan NIP PPPK pada 24 November," kata Hanif Darmawan, pengurus Persatuan PPPK Nasional kepada JPNN.com, Jumat (19/11).

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Soal Pemberkasan NIP PPPK Guru dan Non-Guru, Hanif Darmawan: Alhamdulillah

3. Guru Honorer Lulus Passing Grade PPPK 2021 Minta Keppres, Ajukan 5 Tuntutan

Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHLPGSI) terus bergerak. Bahkan, mereka kini menggaungkan desakan agar Presiden Jokowi menerbitkan Keppres pengangkatan mereka menjadi PPPK.

"Nilai kami murni lho, bahkan melampaui passing grade PPPK guru 2021," kata Heti Kustrianingsih, perwakilan FGHNLPSI kepada JPNN.com, Jumat (19/11).

Guru honorer di Kota Cilegon ini menegaskan permintaan Keppres diaungkan karena Kemendikbudristek tidak bisa mengeluarkan regulasi yang menjamin formasi bagi mereka.

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Guru Honorer Lulus Passing Grade PPPK 2021 Minta Keppres, Ajukan 5 Tuntutan

4. Tanah Keluarga Nirina Zubir Dirampas, Puan Bereaksi Keras!

Ketua DPR RI Puan Maharani menilai perampasan aset berupa tanah dengan korban artis Nirina Zubir, hanya satu contoh kasus mafia tanah.

Dia berharap pengungkapan kasus perampasan tanah milik keluarga mantan pembawa acara itu bisa menjadi momentum pemberantasan mafia tanah.

“Kasus Nirina Zubir harus menjadi momentum pemberantasan mafia tanah sampai akar-akarnya," kata Puan dalam keterangan persnya, Jumat (19/11).

Legislator Fraksi PDIP itu mengatakan bahwa setiap pelaku dalam jaringan mafia tanah harus dihukum berat sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Tanah Keluarga Nirina Zubir Dirampas, Puan Bereaksi Keras!


5. Aparat Gabungan TNI dan Polri Disebar, Jalur Masuk Disekat

Aparat kepolisian melakukan penyekatan jalan masuk menuju arena balapan di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (19/11).

Penyekatan dilakukan menyusul dimulainya kegiatan Wolrd Superbike di Sirkuit Mandalika.

Berdasar pantauan, aparat gabungan TNI, Polri dan Dinas Perhubungan mulai disebar di beberapa titik khusus yang telah ditentukan untuk melakukan penjagaan.

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Aparat Gabungan TNI dan Polri Disebar, Jalur Masuk Disekat


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler