5 Cara Mudah Kurangi Asupan Karbohidrat

Selasa, 25 Desember 2018 – 04:49 WIB
Sarapan. Ilustrasi Foto: Allex Qomarullah/Jawa Pos

jpnn.com - Berbicara seputar kesehatan, ada banyak upaya yang harus diperhatikan. Misalnya, menerapkan gaya hidup sehat dengan mengurangi asupan karbohidrat. Mengapa asupan karbohidrat mesti dikurangi?

Perlu diketahui bahwa asupan karbohidrat berlebihan bisa berbahaya bagi kesehatan. Kondisi itu bisa menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari kelebihan berat badan hingga meningkatkan risiko terkena diabetes. 

BACA JUGA: Karbohidrat Terbaik untuk Membantu Anda Membakar Lemak Perut

Dilansir dari Healthline, berikut ini 5 cara yang bisa Anda ikuti untuk mengurangi asupan karbohidrat:

1. Pilihlah sumber lemak yang tepat

BACA JUGA: Bosan Makan Nasi? Coba Ganti dengan 4 Karbohidrat Ini

Anda bisa mengganti asupan karbohidrat yang hilang dari dari tubuh Anda dengan mengonsumsi makanan mengandung lemak. Namun, pilihlah asupan lemak baik yang dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah dan kerja jantung seperti alpukat, salmon, sarden, biji bunga matahari, minyak zaitun, kacang almond, ikan-ikanan, hingga daging ayam tanpa lemak.

Hindari lemak jahat yang memiliki kadar lemak kenuh tinggi seperti gorengan, daging merah yang berlemak, kulit ayam, dan makanan cepat saji yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

BACA JUGA: 10 Jenis Diet ini Tepat untuk Penderita Asam Urat

2. Hentikan mengonsumsi minuman manis

Jika Anda hobi mengonsumsi minuman manis, sebaiknya hindari dari sekarang. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health, minuman manis merupakan faktor utama pemicu obesitas dan diabetes.

Gula yang terkandung dalam minuman manis dapat menaikkan kadar gula darah dengan cepat, sehingga membuat perut tidak merasa kenyang. Itulah sebabnya orang cenderung makan banyak setelah minum minuman manis.

Selain itu, banyak minum minuman manis bisa mengakibatkan kandungan gula tinggi ini justru menambah asupan kalori yang tidak perlu. Apabila Anda merasa haus, maka carilah pengganti minuman manis yang lebih sehat seperti air mineral.

3. Konsumsi lebih banyak sayuran agar cepat kenyang

Sayuran adalah sumber makanan tinggi serat yang dapat membantu menciptakan rasa kenyang lebih lama tanpa harus menambahkan banyak kalori ke dalam tubuh. Pilihlah sayuran yang sedikit mengandung karbohidrat, seperti taoge, brokoli, kembang kol, terong, tomat, jamur, bayam, timun, pakcoy, selada, dan bayam.

4. Stop minum jus buah yang terlalu manis

Tidak seperti buah utuh, jus buah utuh mengandung sedikit serat – bahkan ada yang tidak mengandung serat – dan penuh gula. Meskipun mengandung beberapa vitamin dan mineral, jus buah kemasan tidak lebih baik dari minuman yang dimaniskan dengan gula dan karbohidrat. Hal ini sepenuhnya berlaku untuk jus buah.

Sebagai contoh, 12 ons (354 ml) jus apel  mengandung 48 gram karbohidrat yang sebagian besar adalah gula. Hindari asupan jus buah mengandung pemanis berlebihan, lalu ganti dengan infused water yakni air putih yang ditambahkan irisan lemon, daun mint atau timun.

5. Makan makanan tinggi protein

Makan sumber protein yang baik dapat membuat Anda lebih mudah untuk mengurangi karbohidrat dan upaya ini sangatlah penting untuk menurunkan berat badan. Protein mampu mengurangi rasa lapar, membantu melawan hasrat makan dan melindungi massa otot selama penurunan berat badan.

Protein juga memiliki nilai kandungan yang jauh lebih tinggi dibandingkan lemak atau karbohidrat, yang berarti laju metabolisme tubuh Anda meningkat lebih banyak ketika mencernanya.

“Jangan sampai Anda memilih makanan yang rendah sumber protein, karena ini bisa berakibat lamanya waktu yang diperlukan untuk pembentukan otot,” ujar dr. Atika dari KlikDokter.

Pastikan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein - meski tidak boleh terlalu berlebihan - seperti daging merah, ikan, telur, keju, yoghurt, hingga bubuk protein whey.

Mengurangi asupan karbohidrat ternyata memiliki manfaat positif bagi kesehatan tubuh. Lakukan dengan cara yang diuraikan di atas. Namun akan lebih baik hasilnya jika Anda konsultasikan dulu kepada dokter untuk mendapatkan saran terbaik.(RVS/klikdokter)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jangan Asal Diet, Ketahui Jumlah Karbohidrat yang Dibutuhkan


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler