5 Makanan Mentah yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Jumat, 08 Februari 2019 – 21:50 WIB
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Pixabay

jpnn.com - Saat hamil, Anda harus betul-betul memperhatikan kondisi kehamilan agar janin tetap sehat hingga saatnya bayi lahir. 

Saat ini ada semakin banyak orang yang lebih senang makan makanan mentah untuk memastikan nutrisinya tak hilang akibat proses pemasakan. Namun, pada ibu hamil, mengonsumsi makanan mentah lebih baik dihindari. Ini karena terdapat risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan.

BACA JUGA: Turuti Semua Maunya Pacar, tapi Disia-siakan setelah Melahirkan

Ibu hamil harus menjaga kesehatannya dan janin dalam kandungan. Artinya, ibu hamil harus mematuhi segala pantangan yang diberikan dokter. Nah, berikut ini adalah jenis makanan mentah yang harus dihindari ibu hamil.

1. Sayuran mentah

BACA JUGA: Jangan Terkecoh, Ketahui Gejala Demam Berdarah yang Sangat Umum

Sayuran mentah sebetulnya hingga kini masih menjadi perdebatan—apakah bisa dimakan mentah atau tidak oleh ibu hamil. Menurut dr. Nabiela Viera Yovita dari KlikDokter sayuran mentah (salad atau lalapan), jangan sampai dikonsumsi ibu hamil. Meski sudah dicuci bersih, pestisida yang mungkin menempel bisa membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin.

2. Ikan mentah

BACA JUGA: Kenali Bahaya Demam Berdarah pada Ibu Hamil

Sajian ikan mentah biasanya dalam bentuk sushi, sashimi, atau makanan kekinian poke bowl. Berdasarkan penjelasan dari dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, ikan mentah, terutama kerang, dapat menimbulkan beberapa jenis infeksi.

Infeksi ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit, seperti norovirus, kolera, salmonela, dan listeria. 

Pada ibu hamil, infeksinya dapat mengakibatkan mual, muntah, serta diare, sehingga ibu hamil menjadi lemah akibat dehidrasi.

“Bakteri seperti listeria pada ikan mentah juga dapat masuk ke janin melalui plasenta, sehingga dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, bayi meninggal dalam kandungan, dan masalah kesehatan lainnya,” jelas dr. Reza.

The American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada tahun 2017 mempertegas larangan mengonsumsi ikan mentah untuk ibu hamil, wanita yang sedang merencanakan kehamilan, dan ibu menyusui. Larangan ini didasari atas kekhawatiran bahwa ikan mentah berisiko mengandung parasit yang membahayakan kesehatan, apalagi jika daya tahan tubuh ibu hamil rendah.

Turut ditambahkan oleh dr. Resthie Rachmanta Putri, MEpid, dari KlikDokter, bahwa ibu hamil juga harus berhati-hati dengan kandungan merkuri dalam ikan.

“Kabar baiknya, tak semua ikan memiliki merkuri tinggi. Ikan yang sebaiknya dihindari adalah hiu, makarel raja, pedang, dan tuna sirip. Sebaliknya, ikan laut yang rendah merkuri adalah tuna dan salmon,” kata dr. Resthie.

3. Daging mentah

Untuk yang satu ini, dr. Reza menyebut bahwa konsumsi daging mentah berkaitan dengan parasit toksoplasma. Jika sampai masuk ke tubuh ibu hamil lewat konsumsi daging mentah atau daging yang kurang matang, nantinya akan menyebar ke janin melalui plasenta.

“Hal ini dapat menyebabkan berbagai kelainan pada janin seperti kelainan pada sistem saraf dan mata,” kata dr. Reza singkat.

4. Telur mentah

Lembaga American Pregnancy Association menekankan bahwa salah satu makanan yang patut dihindari ibu hamil adalah telur mentah. Sebab, telur mentah dapat mengandung bakteri salmonela yang bisa berbahaya bagi kesehatan ibu hamil dan janin.

Bahkan, dijelaskan oleh dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, meski telur mentah sudah diolah menjadi saus, misalnya mayones, dressing salad, saus pasta, krim custard, atau saus hollandaise, tetap tidak disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil.

“Meski sudah diolah sedemikian rupa, telur tersebut tidak melalui proses pasteurisasi sehingga belum bisa dikatakan steril dari bakteri,” jelas dr. Sara.

Menurutnya, memanaskan olahan telur mentah dengan menggunakan microwave sepertinya tak akan membunuh bakteri karena suhunya tidak maksimal. Apalagi jika telur mentah hanya dituang ke atas makanan yang panas.

Perlu Anda ingat, suhu minimum untuk membunuh bakteri di dalam telur adalah 71 derajat Celcius. Beda halnya jika Anda menggoreng atau merebus telur hingga benar-benar matang dan terlihat oleh mata. Kemungkinan besar, bakteri dalam telur yang direbus atau digoreng itu sudah mati dan lebih aman untuk dikonsumsi.

5. Susu mentah

Supaya aman untuk dikonsumsi, susu harus melalui proses pasteurisasi atau dengan pemanasan ultraviolet demi membunuh bakteri di dalamnya. Jika tidak, susu akan rentan disusupi bakteri seperti listeria, salmonella, E. Coli, Campylobacter, bahkan Micobacterium bovis. Bakteri-bakteri tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, baik pada ibu maupun janin.

“Salah satu masalah kesehatan yang paling ditakutkan adalah tuberkulosis usus akibat bakteri Micobacterium bovis yang terkandung dalam susu mentah,” ungkap dr. Reza.

Selain itu, dr. Sara turut menambahkan, bahwa pada dasarnya semua makanan mentah yang belum melaui proses pasteurisasi, seperti soft cheese atau keju lunak seperti keju feta, sebaiknya dihindari ibu hamil.

“Ini karena terdapat potensi adanya bakteri yang bisa menyebabkan bayi terlahir prematur, diare, muntah, dan kontraksi rahim,” katanya.

Agar kesehatan ibu hamil dan janin senantiasa terjaga, untuk sementara waktu hindarilah konsumsi makanan jenis-jenis makanan mentah yang disebutkan di atas. Pastikan daging, ikan, dan telur yang dikonsumsi matang sempurna, dan konsumsilah susu yang sudah melewati proses pasteurisasi. Selain itu, pastikan untuk memenuhi asupan nutrisi kehamilan seperti yang dianjurkan dokter.(RN/ RVS/klikdokter)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kiat Aman Jalan Kaki Bagi Ibu Hamil


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler