5 Usaha TikTok Menciptakan Ruang Digital Aman dan Ramah Bagi Remaja

Senin, 22 Mei 2023 – 19:01 WIB
Ilustrasi TikTok. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - TikTok terus meningkatkan keamanan dan kenyamanan untuk pengguna remaja, demi terciptanya ruang digital yang aman dan ramah.

TikTok menyusun serangkaian Panduan Komunitas untuk menanggapi risiko dan potensi bahaya yang mungkin muncul.

BACA JUGA: Montana Larang TikTok Per 1 Januari 2024

Menyosialisasikan itu, TikTok menggandeng WAHID Foundation, Yayasan Sejiwa Amini (SEJIWA), dan Yayasan Pulih.

Berikut lima cara TikTok meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna remaja.

BACA JUGA: TikTok Menghadirkan Mesin Pencari Layaknya Google

1. Batasan usia dan verifikasi

Di era digital saat ini, memiliki kehadiran online melalui media sosial menjadi hal yang tidak terelakkan di kalangan remaja. 

BACA JUGA: TikTok Rilis Fitur Iklan di Konten Premium, Bagi Hasil 50 Persen

Batasan usia (age gate) menjadi hal yang penting untuk melindungi identitas mereka serta melindungi konsumsi konten di dunia maya. 

Di Indonesia, TikTok menerapkan batasan usia 14 tahun ke atas untuk dapat memiliki akun TikTok.

Selain itu, tim moderasi di TikTok akan melakukan verifikasi untuk memastikan apakah pengguna memasukkan usia yang sebenarnya. 

Akun akan secara otomatis terblokir jika pengguna diketahui berusia di bawah usia minimum.

2. Privasi akun dan level konten

Ketika anak remaja mulai membangun kehadiran di dunia online, penting bagi mereka untuk mempelajari kontrol dan pengaturan privasi mereka.

TikTok memperkenalkan Level Konten yang menyortir konten yang tidak sesuai dengan pengguna remaja, menggunakan pembatasan pengaturan privasi secara default, dan mengatur agar konten yang dibuat oleh pengguna remaja tidak masuk ke dalam deretan konten FYP.

Selain itu, pengguna harus berusia 16 tahun ke atas untuk dapat menggunakan direct message, dan berusia 18 tahun ke atas untuk dapat menggunakan fitur LIVE, mengirim hadiah kepada kreator selama sesi LIVE, atau menggunakan fitur monetisasi.

3. Panduan komunitas terbaru

Seiring dengan perkembangan perilaku pengguna, TikTok secara rutin memperbarui Panduan Komunitas untuk membantu kreator memahami aturan dan standar yang diterapkan di TikTok.

Panduan Komunitas terbaru mulai berlaku 21 April 2023 dengan mengandung prinsip-prinsip yang lebih menyeluruh untuk melindungi pengguna, terutama pengguna remaja berusia 14 tahun ke atas.

Pembaruan itu meliputi penambahan kata "suku" sebagai upaya melindungi pengguna dari ujaran dan perilaku kebencian dan cyber bullying.

Pembaruan lainnya termasuk pengembangan aturan tentang media sintesis, yaitu konten yang dibuat atau dimodifikasi oleh teknologi AI dan memberi detail lebih lanjut tentang kinerja TikTok dalam melindungi integritas sipil dan pemilu, termasuk pendekatan TikTok terhadap akun pemerintah, politisi, dan partai politik.

4. Fitur parental control

Pada era digital, kebutuhan terhadap gawai tidak bisa dihindari.

Fitur batas screen time akan membantu orang tua/wali untuk menjaga remaja agar memiliki hubungan yang sehat dengan gawai.

Orang tua dapat mengatur pembagian waktu anak remaja mereka, sehingga mereka juga memiliki waktu untuk interaksi sosial tatap muka di luar layar, olahraga, dan istirahat yang cukup. 

Melalui fitur Family Pairing yang diperbarui mulai Maret lalu, TikTok melibatkan orang tua dan keluarga dalam mendampingi remaja.

Dalam fitur Family Pairing, orangtua dan keluarga dapat menjaga keamanan anak-anak mereka melalui tiga fitur, yaitu: batas screen time harian khusus untuk menentukan batas waktu yang disesuaikan dengan jadwal sekolah atau liburan remaja, dasbor screen time untuk memberikan ringkasan total waktu yang telah digunakan untuk mengakses TikTok, dan nonaktifkan notifikasi yang memungkinkan orang tua mengatur jadwal untuk membisukan notifikasi untuk remaja mereka.

5. Laporan penegakan

Sebagai bentuk akuntabilitas terhadap publik dalam perlindungan terhadap pengguna remaja, TikTok selalu menginformasikan laporan penegakan panduan komunitas yang diluncurkan tiap kuartal.

Sepanjang 2022, TikTok telah menghapus total 32.051.665 video yang tidak memenuhi syarat di Indonesia. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... TikTok Mulai Uji Coba Fitur Membuat Avatar, jadi Makin Seru


Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler