500 Prajurit TNI Bergerak Menuju Malaysia

Sabtu, 23 Juli 2016 – 08:51 WIB
Wakil Asisten Operasi Panglima TNI (Waasops Panglima TNI) Laksamana Pertama TNI Hardjo Susmoro saat memimpin upacara pemberangkatan prajurit TNI yang terlibat Latgabma Malindo di Dermaga JICT-II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/7). FOTO: Puspen TNI

jpnn.com - Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malaysia - Indonesia (Malindo) Dasarsa - 9 AB/2016 dimulai tanggal 21 Juli sampai dengan 3 Agustus mendatang. Latihan ini dilaksanakan di Tanjung Gelang dan Tanjung Kemaman Kuantan Pahang Malaysia.

Sebanyak 500 prajurit TNI mengikuti latihan tersebut. TNI AD mengirimkan 206 personel meliputi 105 Kostrad, 4 Ditkesad, 92 Ditziad, 2 Sopsad, 3 Pussimpur. Sedangkan TNI AL mengirim 198 personel terdiri dari 130 Anak Buah Kapal (ABK) KRI Banda Aceh, 8 Crew Hely Bell, 30 Tim SAR Laut, 12 Tim Medis, 3 Medcap, 15 Kogla (TTX dan CPX).

BACA JUGA: Waspada!! Petugas KPK Gadungan Marak di Daerah

Sementara itu, TNI AU yang terlibat sebanyak 52 personel terdiri dari 3 Kogla, 9 CPX, 40 FTX, 41 Mabes TNI, 2 Polri  dan 2 BNPB.

Upacara pemberangkatan pasukan TNI dipimpin oleh Wakil Asisten Operasi Panglima TNI (Waasops Panglima TNI) Laksamana Pertama TNI Hardjo Susmoro mewakili Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, di Dermaga JICT-II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/7) lalu.  Mereka diberangkatkan dengan menggunakan Pesawat Hercules C-130 (A-1318) dan KRI Banda Aceh-593.
 
Pergeseran 500 Prajurit TNI tersebut yaitu Tim Advance sebanyak 90 orang diberangkatkan dari Bandara Halim PK dengan menggunakan Pesawat Hercule C-130 dipimpin oleh Deputy Commander Latgabma Malindo Darsasa-9 AB/ 2016, Kolonel Inf Elkines D.K, yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara (Brigif Linud) -17/1 Kostrad.
 
Selanjutnya, Main Body sebanyak 410 orang menggunakan KRI Banda Aceh 593, diberangkatkan dari Dermaga JICT-II Tanjung Priok Jakarta Utara, dengan jarak perjalanan 740 Nm (3 hari 10 jam).

BACA JUGA: DPR: Indonesia tak Wajib Patuhi Keputusan Pengadilan Rakyat

Mereka akan bersandar di Dermaga Kuala Kemaman. Kemudian dilanjutkan debarkasi personel dan material dipimpin oleh Letkol Laut (P) Budi Santosa yang menjabat sebagai Komandan KRI Banda Aceh Class serta 8 orang dengan Heli Super Puma.
 
Menurut Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan TNI (Kabidpenum Puspen TNI), Kolonel Czi Berlin G, Latgabma Malindo Darsasa-9 AB/2016 mengambil tema Combined Coordination Centre (CCC).

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan memelihara hubungan kesepahaman serta upaya meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit Angkatan Tentera Malaysia (ATM) dan TNI beserta komponen lainnya, dalam mewujudkan strategi menanggulangi bencana di wilayah perbatasan dan wilayah yang berkepentingan kedua negara.
 
Alutsista yang dibawa KRI Banda Aceh, di antaranya 2 unit LCU, 2 LCVP, 1 Heli Bell, 2 Sea Rider, 1 Truck, 1 Trailler/Decoy, 1 Ransus Nubika, 7 tenda Rumah Sakit Lapangan, 2 unit Perahu Karet, 1 unit Mobil Ambulance, 1 set Alat Perlengkapan Rumah Sakit Lapangan.

BACA JUGA: Dor! Freddy Budiman Tinggal Tunggu Diterjang Peluru

Berlin menambahkan, setelah sampai di Bandara Kuantan Pahang Malaysia dilaksanakan pengecekan personel oleh yang tertua, kemudian diterima Angkatan Tentera Malaysia (ATM) dan menyampaikan tentang kegiatan dan aturan selama berada di lingkungan latihan. Selanjutnya dilakukan registrasi perorangan.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sudah jadi Mayat, Santoso Masih Dijaga Ketat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler