52 Kota di Indonesia Alami Inflasi

Senin, 01 Maret 2010 – 18:50 WIB
JAKARTA - Berdasarkan hasil pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di 66 kota pada bulan Februari 2010, disebutkan bahwa 52 di antaranya mengalami inflasi, sedangkan 14 kota sisanya mengalami deflasiInflasi tertinggi tercatat terjadi di Tarakan, yakni sebesar 1,82 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 135,68

BACA JUGA: Upah Buruh Hanya Naik Rp 294

Sedangkan yang terendah terjadi di Jember, sebesar 0,04 persen dengan IHK 118,93
Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Maumere, sebesar 1,30 persen dengan IHK 128,79, dan yang terendah tercatat terjadi di Ternate, sebesar 0,07 persen dengan IHK 122,13

BACA JUGA: Awal 2010, Harga Grosir Naik 0,91 Persen

Secara keseluruhan, BPS menyatakan bahwa pada bulan Februari 2010, terjadi inflasi sebesar 0,30 persen dengan IHK sebesar 118,36.

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga, yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 0,86 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,40 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,20 persen, kelompok kesehatan 0,18 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen, serta pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,11 persen," ungkap Kepala BPS Pusat, Rusman Heriawan, dalam jumpa persnya di Kantor BPS, Senin (1/3).

Sedangkan kelompok sandang, sebut Rusman pula, pada bulan Februari 2010 mengalami penurunan indeks sebesar 0,47 persen
Disebutkan lagi, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Februari 2010, antara lain adalah beras, cabe rawit, daging ayam ras, tomat sayur, bawang merah, bubur nasi, nasi dengan lauk, gula pasir, rokok kretek, rokok kretek filter, kontrak rumah, sewa rumah, upah tukang bukan mandor, bahan bakar rumah tangga, upah pembantu rumah tangga, serta sepeda motor

BACA JUGA: Produksi Padi 2010 Diprediksi Naik

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, di antaranya adalah emas, perhiasan, ikan segar, telur ayam ras, kentang, jeruk, minyak goreng dan telepon seluler.

"Kelompok komoditi yang memberikan andil inflasi pada bulan Februari 2010, masing-masing kelompok bahan makanan (sebesar) 0,18 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,07 persen, kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen, kelompok kesehatan 0,01 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persenSedangkan kelompok sandang pada bulan Februari 2010 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,04 persen," ujar Rusman lagi(yud/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Daya Beli Petani Turun di 20 Provinsi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler