533 Peserta SNMPTN 2021 Mendaftar ke UT, Beasiswa Penuh, Tanpa Membayar UKT

Rabu, 03 Maret 2021 – 13:39 WIB
Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat dalam media gathering UT. Foto: tangkapan layar zoom/Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 533 peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021 memilih Universitas Terbuka (UT). Mereka akan berkompetisi mendapatkan 100 kursi di UT.

Berbeda dengan PTN lainnya, calon mahasiswa UT yang terpilih nantinya akan mendapatkan beasiswa secera penuh. Ini merupakan tahun kedua UT memberikan beasiswa full bagi calon mahasiswa yang lulus SNMPTN.

BACA JUGA: UT Buka Jalur SNMPTN 2021, Beasiswa Penuh

Rektor UT Prof Ojat Darojat mengungkapkan, tahun ini ada dua program studi yang dibuka untuk SNMPTN 2021, yaitu ekonomi syariah dan bahasa Inggris.

"Sejak pendaftaran SNMPTN 2021 ditutup pada 25 Februari, tercatat 344 peserta memilih prodi ekonomi syariah. Sedangkan bahasa Inggris peminatnya 189 orang," ungkap Prof Ojat dalam media gathering UT secara daring, Selasa (2/3).

BACA JUGA: Ada Beasiswa PASAI dari Sekolah Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School

Adapun kuota yang disiapkan masing-masing prodi, lanjutnya, sebanyak 50 orang. Itu berarti total kuota yang disiapkan sebanyak 100 orang.

"Kami terus menarik minat fresh graduate untuk kuliah di UT. Salah satu upaya yang dilakukan lewat SNMPTN. Program ini sudah sejak tahun lalu dilaksanakan dan tahun ini merupakan kedua kalinya," terangnya.

BACA JUGA: Rina Gunawan Meninggal Dunia, Berikut Profil dan Kiprahnya

Dijelaskannya, penerimaan mahasiswa UT lewat jalur SNMPTN berbeda dengan PTN lainnya.

Di mana uang kuliah tunggal (UKT) calon mahasiswanya ditanggung penuh oleh UT.

Ini tidak seperti jalur undangan SNMPTN di PTN konvensional, di mana mahasiswanya harus bayar sesuai besaran UKT yang ditetapkan PTN masing-masing.

Lebih lanjut dikatakan, dengan beasiswa ini membuka kesempatan bagi anak-anak fresh graduate dengan kualifikasi unggul, berprestasi akademik baik di sekolahnya tetapi di sisi lain mereka memiliki kendala dalam hal biaya. 

Kepedulian UT tidak hanya untuk calon mahasiswa. Mahasiswa UT yang terdampak pandemi dan bencana alam juga diberikan bantuan.

Menurut Prof Ojat, sebagai wujud rasa empati, UT mengambil kebijakan untuk memberikan pembebasan SPP kepada mahasiswa yang terdampak Covid-19 dan bencana alam.

Dia menyebutkan, jumlah pembebasan SPP yang dilakukan UT hampir menembus angka Rp 9 miliar.

Rinciannya adalah pembebasan SPP untuk mahasiswa korban bencana alam sebesar Rp 1 miliar yang merupakan pembebasan SPP selama 1 semester untuk mahasiswa korban banjir sebesar Rp544.960.020. 

Kemudian mahasiswa di Sulawesi Barat yang menjadi korban gempa bumi mendapatkan pembebasan SPP selama 2 semester dengan total bantuan Rp454.167.877.

UT juga membebaskan Rp8.429.950.000, untuk mahasiswa yang terdampak Covid-19.  

"Pembebasan uang kuliah tunggal (UKT) khusus bagi mahasiswa yang terdampak Covid-19 merupakan relaksasi pembayaran 50 persen UKT untuk mahasiswa program diploma dan sarjana pada tingkat akhir yang tinggal menempuh kurang dari 6 SKS pada semester 7 atau 9 sebanyak 3.626 mahasiswa sebesar Rp3.430.100.000," bebernya. 

Sedangkan pembebasan sementara pembayaran  UKT untuk mahasiswa diploma dan sarjana tingkat awal yang terdampak Covid-19 sebanyak 2.484 mahasiswa dengan nilai Rp4.999.850.000.

Pemberian keringanan SPP ini sekaligus sebagai wujud penerapan  Permendikbud No. 25 Tahun 2020. Diharapkan bantuan pembebasan SPP ini bisa membantu mahasiswa agar tetap melanjutkan studinya.

"Untuk memudahkan proses administrasi, memenuhi aturan yang ada dan tepat sasaran, program pembebasan SPP ini memberlakukan beberapa syarat yang mesti dipenuhi. Seperti adanya surat keterangan terdampak Covid-19/bencana alam  dari RT/RW/Kelurahan/Desa setempat/Kepolisian, serta scan/foto rumah rusak bagi para korban bencana," jelas Prof Ojat. (esy/jpnn)

 

 

 

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler