544.292 Guru Honorer Sudah Diangkat jadi ASN PPPK, Begini Harapan Menteri Nadiem

Sabtu, 15 April 2023 – 18:25 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim bersama guru-guru. Foto: Dokumentasi Kemendikbudristek

jpnn.com, JAKARTA - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (Panselnas PPPK) sudah mengumumkan hasil seleksi akhir PPPK untuk jabatan fungsional guru 2022 pada Jumat (14/4).

Pengumuman tersebut secara lengkap dapat diakses oleh para peserta seleksi melalui laman https://sscasn.bkn.go.id/.

BACA JUGA: Proses Pasca-sanggah PPPK Guru 2022 Sudah Selesai, Dirjen Nunuk: Siap Diumumkan BKN

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan ucapan selamat kepada 250.432 guru yang lulus seleksi pasca-sanggah.

Dia berharap berita baik ini dapat mendorong semangat bagi para guru untuk mengabdi dan memberikan layanan terbaik bagi pendidikan di Indonesia.

BACA JUGA: 250.432 Guru Honorer Lulus Pasca-Sanggah PPPK 2022, Mas Nadiem Sampaikan Pesan Khusus

“Dari hati yang terdalam, saya sangat bangga terhadap guru-guru honorer yang tidak pernah patah semangat dan turut berbahagia untuk 250.432 guru yang diumumkan lulus pasca-masa sanggah," ucap Menteri Nadiem melalui keterangan, Sabtu (15/4).

"Selamat kepada Ibu dan Bapak guru semua. Semoga dengan diterimanya menjadi ASN PPPK, semangat Ibu dan Bapak bertambah untuk pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia,” imbuhnya.

Menteri Nadiem merincikan sebanyak 293.860 guru yang mengikuti seleksi pada 2021 telah diangkat menjadi ASN PPPK 2022.

Kemudian sebanyak 250.432 guru yang mengikuti seleksi pada 2022 telah dinyatakan lulus pada Jumat (14/4) dan akan diangkat menjadi ASN PPPK.

"Totalnya ada 544.292 guru,” sebut Menteri Nadiem.

Menteri Nadiem juga memberikan apresiasi kepada Panselnas yang terdiri atas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)

Apresiasi dari Menteri Nadiem juga ditujukan kepada seluruh pihak yang telah mengawal dan bekerja keras membantu proses seleksi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) PPPK 2022 dari mulai proses pendaftaran hingga pengumuman.

“Saya ucapkan apresiasi yang tak terhingga, khususnya KemenPAN-RB sebagai ketua pengarah dan BKN sebagai ketua tim seleksi, serta Komisi X DPR RI dan para pimpinan daerah yang telah secara proaktif mendorong pemenuhan formasi guru di daerahnya,” ucap Menteri Nadiem.

Terobosan Demi Terobosan untuk Tuntaskan Permasalahan Guru Honorer

Sejak 2019, Kemendikbudristek terus berupaya menuntaskan permasalahan guru honorer yang telah menahun.

Menteri Nadiem mengungkapkan penuntasan permasalahan guru honorer diamanahkan Presiden Joko Widodo kepada dirinya.

"Dari awal telah menjadi prioritas saya dan tim di Kemendikbudristek. Alhamdulillah, permasalahan ini semakin terurai meski dalam perjalanannya sangat banyak tantangan,” ujar Menteri Nadiem.

Berikut beberapa perubahan positif yang ingin dicapai melalui rekrutmen guru ASN PPPK.

Pertama, adanya perubahan status guru dari honorer ke ASN PPPK sehingga membawa jaminan kesejahteraan ekonomi bagi guru, yang meliputi gaji dan tunjangan profesi.

Kedua, perubahan status tersebut akan memungkinkan lebih banyak guru mengikuti program-program peningkatan kompetensi dan sertifikasi.

Ketiga, memberikan solusi kebutuhan guru di daerah.

Pada 2021 menjadi awal rekor upaya perubahan nasib guru di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah daerah berhasil mengajukan formasi guru ASN PPPK sebanyak lebih dari 513 ribu.

Rekor ini membuktikan bahwa para guru honorer mendapat kesempatan luas dan adil untuk memperjelas statusnya.

“Bahkan di masa pandemi yang banyak keterbatasan sekali pun, begitu banyak terobosan yang kami lakukan bersama berbagai pihak untuk menuntaskan permasalahan guru honorer,” jelas Menteri Nadiem.

Terobosan yang dimaksud Kemendikbudristek, antara lain penyediaan ratusan ribu formasi guru ASN PPPK yang berarti penyediaan gaji oleh pemerintah pusat agar pemerintah daerah dapat fokus pada pemenuhan kebutuhan guru.

Kemudian kesempatan tiga kali seleksi yang tidak berbayar bagi para guru honorer.

Selain itu, materi pembelajaran gratis untuk para guru honorer mempersiapkan diri mengikuti tes, serta sejumlah kebijakan afirmatif untuk memudahkan guru honorer mendapatkan skor yang cukup agar dapat lulus menjadi ASN PPPK.

Langkah Kemendikbudristek Tuntaskan Masalah Guru Honorer

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek Nunuk Suryani menyampaikan setelah pengumuman seleksi pada Jumat (14/4), tahapan selanjutnya adalah pengisian daftar riwayat hidup nomor induk PPPK (DRH NI PPPK) yang berlangsung mulai 15 April-4 Mei 2023 dan pengusulan penerapan nomor induk PPPK pada 28 April-22 Mei 2023.

Pada kesempatan ini, Dirjen Nunuk juga menyampaikan apresiasi atas capaian para guru honorer yang telah lolos seleksi.

"Saya turut berbahagia atas upaya kita bersama, terutama para guru honorer telah membuahkan hasil yang manis," ucap Dirjen Nunuk.

Dirjen Nunuk menyampaikan bagi peserta yang belum mendapat penempatan pada proses seleksi kali ini, dapat mengikuti proses seleksi Guru ASN PPPK 2023.

Terkait seleksi guru ASN PPPK 2023, Nunuk Suryani menjelaskan bahwa ada lebih dari 600 ribu kuota yang tersedia.

“Kuncinya ada pada pemerintah daerah. Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat mengajukan usulan formasi semaksimal mungkin," tegas Dirjen GTK.

Menurut Dirjen Nunukan, komitmen pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan guru tidak akan pernah surut, demi pendidikan Indonesia yang lebih baik. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler