62 Persen Remaja Pernah Seks Bebas

Selasa, 28 Februari 2012 – 10:38 WIB

KARAWANG - Seks bebas dan narkoba menjadi masalah terbesar yang dihadapi remaja saat ini. Hal ini dipicu dengan pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini. Untuk itu harus ada solusi dari semua kalangan agar permasalahan ini tidak terus meluas.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang mendesak pada instansi terkait di pemerintah daerah agar duduk bersama untuk mencari solusi. Sebab jika kondisi ini dibiarkan maka negeri ini akan menunggu kehancurannya.

Anggota Fraksi PKS, Dedi Sudrajat mengatakan, jika melihat data yang cukup mencengangkan dari Komnas Pendidikan Anak yang menyatakan sebanyak 62,7 persen remaja di Indonesia pernah melakukan hubungan layaknya suami istri. Sementara data dari BKKBN menyatakan sebanyak 51 persen remaja pernah melakukan seks bebas dan menurut data dari BNN dari tahun 2003 sampai 2010 terjadi kenaikan transaksi narkoba sebanyak 300 persen. “Dari data yang ada kondisi ini sudah dibatas menghawatirkan, sebab seks bebas dan darkoba merupakan permasalahan terbesar bagi remaja yang belum ada solusi konkrit dari pemerintah,” kata Dedi kepada Pasundan Ekspres (Group JPNN).

Untuk itu instansi tekait, lanjutnya, harus bisa memberikan program mental dan spiritual pada pelajar. Dengan didorong peran keluarga yang bisa menjadi pendidikan pertama bagi remaja. Selain itu peran dunia pendidikan dalam memberikan pemahaman moralitas dan karakter harus dibangun sejak usia dini. “Kami menghimbau pada masyarakat untuk bisa bersinergi dalam memerangi prilaku seks bebas dan narkoba,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk itu Fraksi PKS mendesak pada Disdikpora, Dinkes, BKBPP, KPA, BNNK dan instansi terkait untuk bisa bersinergi agar bisa menanggulangi permasalahan seks bebas dan narkoba. “Bahkan kalau perlu Dinas pendidikan sebagai corong dunia pendidikan bisa mengundang kepala sekolah dan guru untuk melakukan dialog dan mencari solusi dari permasalahan itu,” tandasnya.

Sekertaris Fraksi PKS, Ata Subagja mengatakan, permasalahan remaja khususnya anak sekolah yang melakukan seks bebas sampai hamil diluar nikah itu itu dilematis. Apalagi jika remaja tersebut masih sekolah. Sebab jika anak itu tidak diberi sanksi dikeluarkan dari sekolah akan lebih banyak yang melakukan hal yang sama dan jika dikeluarkan maka akan mengambil hak anak bangsa untuk mengenyam pendidikan. “Banyaknya seks bebas dan narkoba dari yang terdata itu hanya sebagian kecil saja, sebab lebih banyak lagi jika sampai ke akarnya seperti halnya fenomena gunung es,” jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, Fraksi PKS mendorong Perda DTA untuk dibuat dan bisa dilaksanakan. Sebab jika terus dibiarkan maka seks bebas dan narkoba akan menjadi budaya, oleh karena itu harus ditanamkan nilai-nilai moral dari sejak dini.(use)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Sehari 44 Orang Meninggal Akibat Narkoba


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler