68 Ribu Anak di NAD Terpaksa Putus Sekolah

Minggu, 25 Juli 2010 – 01:37 WIB

BANDA ACEH - Kemiskinan adalah salah satu faktor meningkatnya angka putus sekolah anakDi Nangroe Aceh Darussalam, ada tahun 2010 ini saja puluhan ribu anak lulusan SD, SMP dan SMA di Aceh tak bisa melanjutkan pendidikan

BACA JUGA: 2011, IPDN Ada di Papua



Faktor lain, akibat konflik dan tsunami yang mendera Aceh pada 2004 lalu
Walaupun kondisi NAD sekarang sudah damai, namun kemiskinan yang diakibatkan konflik berkepanjangan ternyata belum dapat diatasi

BACA JUGA: Keceplosan Larang Siswi Berjilbab, Kepsek Minta Maaf

Kepala Bidang Pendidikan Luar Biasa dan Luar Sekolah (PLBLS) pada Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, T Arifin, menyatakan, diperkirakan pada 2010 ini sekitar 68 ribuan anak terpaksa putus sekolah
"Angka itu tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh," ujar Arifin seperti dikutip Rakyat Aceh (grup JPNN), kemarin.

Data dari Dinas Pendidikan NAD menunjukkan, tingkat anak putus sekolah terbagi dalam dua kelompok usia, yakni usia 0 hingga 6 tahun, dan usia 15 tahun ke atas

BACA JUGA: Sudah 4 Ribu Daftar Jalur Mandiri Unand

Pada 2009 kelompok usia 0-6 mencapai 346 ribu lebih dan pada 2010 ini turun menjadi sekitar 295 ribuSedangkan untuk usia 15 tahun ke atas yang putus sekolah pada tahun 2009, tercatat 90 ribu lebih dan pada 2010 turun menjadi 68 ribuan lebih.

Arifin menambahkan, Pemerintah Aceh pada tahun ini telah mengalokasikan anggaran 20 persen dari Anggaran Pendidikan dan Belanja Aceh (APBA) 2010, guna membiayai sektor pendidikanTermasuk, memberikan bantuan pendidikan beasiswa kepada sekitar 130 ribu anak yatim. 

"Kesempatan untuk mendapatkan pendidikan bukan hanya diberikan kepada siswa umum, melainkan juga diberikan bagi anak berkebutuhan khusus, mulai dari satuan pendidikan TKLB, SDLB, SLTPLB, dan SMLB," ungkapnya lagi.

Lebih lanjut Arifin mengatakan, masih tingginya angka putus sekolah juga dipengaruhi oleh adanya keterbatasan kemampuan sebagian masyarakat dalam mengelola pendidikan"Kewenangan besar telah di berikan kepada tingkat II atau kabupaten/kota, harusnya bisa dimanfaatkan dengan baik," ujarnya.

Oleh karena itu, dia pun berharap kepada Dinas pendidikan di tingkat kabupaten/kota dapat menekan tingginya angka putus sekolah, sekaligus menggencarkan sosialisasi wajib belajar sembilan tahun.(slm/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anies Baswedan, Kirim Pengajar ke Daerah Terpencil


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler