8 Mitos Soal Nutrisi yang Sering Dianggap Keliru, Ada Diet Ketogenik

Jumat, 23 Oktober 2020 – 07:43 WIB
Pakar Nutrisi dan Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB Dr Rimbawan membeber 8 mitos seputar nutrisi yang perlu diluruskan. Foto dalam tangkapan layar zoom

jpnn.com, JAKARTA - Media sosial menjadi tujuan utama konsumen di Asia Pasifik termasuk Indonesia, dalam mendapatkan informasi seputar nutrisi. Sayangnya, pemahaman masyarakat akan kebenaran informasi masih minim.

Itu tergambar dari hasil survei Herbalife Nutrition Asia Pacific Nutrition Myths Survey 2020 yang mengungkap kebenaran seputar beberapa mitos nutrisi yang beredar di masyarakat.

BACA JUGA: Masyarakat Harus Jeli Cermati Isu Nutrisi dan Pangan di Tengah Pandemi

Senior Director and Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia Andam Dewi mengatakan, survei ini melibatkan 5.500 responden dari Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

"Survei ini mengungkapkan 7 dari 10 konsumen di Asia Pasifik sangat sadar akan pentingnya pengetahuan tentang nutrisi. Ini menggembirakan karena semakin banyak masyarakat Asia Pasifik sadar akan pentingnya nutrisi bagi kesehatan tubuh," terang Andam Dewi, dalam diskusi daring dengan media, Kamis (22/10).

BACA JUGA: 5 Mitos Terkait Nutrisi dan Pengelolaan Berat Badan

Namun, lanjutnya, hanya 4 dari 10 konsumen di Asia Pasifik yakin dengan kebenaran informasi nutrisi yang mereka dapatkan dari berbagai kanal infornasi.

Andam Dewi memaparkan, 68 persen responden mengaku menggunakan medsos, 64% memilih teman dan keluarga sebagai rujukan infornasi, dan 59% memilih publikasi media dan situs web sebulan sekali.

BACA JUGA: Rayakan HUT ke-22, Herbalife Nutrition Gelar Konser Virtual

Banyaknya sumber informasi gizi dan maraknya mitos seputar nutrisi, menurut Pakar Nutrisi dan Dosen Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Rimbawan, akan mempersulit konsumen untuk mendapatkan informasi akurat serta membedakan fakta atau mitos seputar nutrisi.

Dia menyebutkan ada 8 mitos yang paling sering beredar dan perlu diluruskan, yaitu:

1. Karbohidrat dapat menambah berat badan. Faktanya, konsumsi karbohidrat saja tidak menyebabkan penambahan berat badan tetapi juga menambah  kalori. Filosofi Herbalife Nutrition merekomendasikan karbohidrat hanya memenuhi 40 persen kebutuhan kalori harian.

2. Makin berumur, kian sedikit protein yang dibutuhkan. Faktanya, memasuki usia 40 tahun, tubuh kemungkinan mengalami penurunan fungsi dan massa otot secara bertahap.

3. Kafein menyebabkan dehidrasi. Faktanya, meskipun kafein memiliki sifat diuretik (menyebabkan naiknya laju urinasi), mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi tidak akan membuat dehidrasi.

4. Massa tulang di semua usia dapat dioptimalisasi dengan asupan kalsium yang cukup. Faktanya, level puncak massa tulang bergantung pada asupan kalsium dan akan mencapai puncaknya di usia 30 tahun.

5. Diet ketogenik adalah jalan sehat untuk mengurangi berat badan. Faktanya, konsumsi karbohidrat yang sangat rendah, sedang dalam asupan protein dan tinggi lemak mendorong tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar akan mengakibatkan penurunan berat badan.

6. Pola makan rendah lemak adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Faktanya berbagai studi menunjukkan pola makan/diet rendah lemak akan menurunkan berat badan dalam jumlah sangat kecil pada tahun pertama sehingga pola ini tidak efektif.

7. Indeks Glikemik adalah pengukuran yang baik untuk memilih karbohidrat paling sehat. Faktanya Indeks Glikemik adalah pengukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat karbohidrat dalam makanan yang berdampak pada tingkat gula darah dalam tubuh, tetapi tidak untuk memilih pola makan sehat dan tepat 

8. Bubuk protein bukanlah sumber makanan yang sehat dibandingkan dengan protein dari makanan alami. Faktanya, bubuk protein dapat menjadi sumber protein yang sama baiknya dengan makanan dari bahan alami jika berasal dari sumber berkualitas dan diproses berdasarkan sains. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler