8 Penyebab Kenapa Anda Selalu Merasa Lelah

Jumat, 18 Oktober 2019 – 04:43 WIB
Mata lelah melihat laptop. Foto : Pixabay

jpnn.com - Lelah setelah 8,5 jam bekerja di kantor memang wajar. Namun kalau yang terjadi Anda selalu merasa lelah atau kelelahan padahal sudah tidur cukup, itu patut dicurigai. Pasalnya, ada penyebab yang serius yang harus segera mendapatkan penanganan.

Berikut ini adalah beberapa penyebab kenapa Anda sering atau selalu merasa lelah.

BACA JUGA: Inilah Wajah Lelah 519 Warga yang Berlayar dari Wamena Kembali ke Kampung Halaman

1. Anemia

Anemia atau kurang darah adalah salah satu kondisi yang paling sering dihubungkan dengan rasa lelah yang berlebihan. Biasanya, kelelahan juga disertai dengan gejala lainnya seperti sulit konsentrasi akibat kurangnya suplai oksigen ke otak, sering mengantuk, dan selalu terlihat pucat.

BACA JUGA: Ketika Netizen Curhat Kelelahan via #BantuJalaniHari

“Penderita anemia umumnya merasa cepat lelah dan ‘berat’ saat ingin menggerakkan anggota tubuh. Kondisi ini paling rentan terjadi pada wanita yang mengalami perdarahan haid berlebihan (menoragia), memiliki mioma rahim, polip rahim, atau wanita hamil,” jelas dr. Fiona Amalia, MPH, dari KlikDokter.

Meski demikian, anemia juga bisa dialami oleh pria maupun wanita, misalnya usai memasuki menopause akibat masalah pada lambung dan usus, atau akibat mengonsumsi obat antinyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

2. Diabetes

“Lemas dan sering merasa lelah merupakan keluhan yang juga sering dilontarkan oleh para penderita diabetes. Biasanya, kondisi ini akan muncul dengan gejala lainnya, terutama sering berkemih pada malam hari dan sering merasa kesemutan,” kata dr. Karin Wiradarma, M.Gizi, dari KlikDokter turut menambahkan saat diwawancara.

Meski demikian, diagnosis penyakit diabetes sendiri sebenarnya tidak bisa dinyatakan melalui keluhan-keluhan itu saja. Butuh pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan gula darah.

3. Aritmia

Aritmia adalah istilah umum untuk kondisi gangguan irama jantung. Dalam keadaan normal, jantung akan berdenyut secara teratur, dengan jumlah denyut sebanyak 60-80 kali tiap menitnya.

Pada kondisi aritmia, jantung berdenyut tidak teratur, denyutnya lebih cepat, atau berdenyut lebih lambat dari kondisi normal.

“Selain denyut jantung yang tidak normal, sering merasa lelah dan lemas adalah keluhan penderita aritmia. Ini merupakan kondisi serius, karena dapat menyebabkan penderitanya mengalami stroke berulang atau henti jantung mendadak. Periksakan diri ke dokter jika Anda sering merasa berdebar kencang atau sulit bernapas karena denyut jantung melemah,” jelas dr. Karin.

Selain aritmia, penderita gagal jantung juga sering mengeluhkan rasa lelah dan sesak napas. Lelah dilapokan menjadi keluhan utama pada 20 persen kasus gagal jantung baru. Selain itu, 71 persen penderita penyakit koroner mengeluhkan gejala lelah pada tahap awal.

4. Diet berlebihan

Jika sedang diet untuk menurunkan berat badan plus olahraga gila-gilaan, rasa lelah sangat mungkin terjadi. Ini karena tubuh belum terbiasa dengan pola hidup yang baru tersebut.

Untuk mengatasinya, Anda disarankan untuk minum air putih secara cukup, mengonsumsi makanan bernutrisi, serta pastikan punya waktu tidur yang cukup setiap hari. Beri tubuh waktu untuk beradaptasi, sehingga lama-kelamaan tubuh akan terbiasa dengan pola diet yang dijalani.

5. Depresi dan gangguan cemas
 
Wanita depresi

“Kondisi depresi dan rasa cemas yang berlebihan akan membuat seseorang kehabisan energi. Kedua kelainan psikis ini menyebabkan seseorang sulit untuk tertidur atau mempertahankan tidur. Penderitanya kerap terbangun pada dini hari, sehingga merasa lemas dan mengantuk di siang hari,” dr. Fiona menerangkan.

Rasa lemas ini bisa sampai membuat seseorang tak mampu melakukan aktivitas sehari-hari, meskipun kegiatan yang dilakukan tidak tergolong berat.

6. Sleep apnea

Saluran napas yang menyempit dapat memicu sleep apnea atau henti napas saat tidur. Pada penderita sleep apnea, pernapasan dapat berhenti hingga satu menit dan akan kembali berlanjut saat seseorang mengorok atau batuk. Demikian dikatakan oleh dr. Fiona.

“Bila kondisi ini terjadi berulang, kadar oksigen dalam darah dan otak akan menurun, sehingga penderita akan terbangun dari tidurnya. Tidur yang tidak nyenyak tersebut akan membuat badan terasa lemas keesokan harinya.”

7. Sindrom kelelahan kronis

Sindrom kelelahan kronis atau chronic fatigue syndrome adalah kelelahan yang tidak membaik meskipun sudah cukup beristirahat. Dikatakan oleh dr. Devia Irine Putrijuga dari KlikDokter, sindrom ini muncul dengan beberapa gejala fisik.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), seseorang dikatakan mengalami sindrom kelelahan kronis apabila sering atau selalu merasa lelah selama lebih dari 6 bulan dan diikuti minimal empat gejala.

“Gejala yang dimaksud antara lain badan lemas setelah beraktivitas, tidur tidak nyenyak, gangguan memori atau daya ingat, nyeri otot, nyeri sendi, tenggorokan sakit, atau sakit kepala,” dr. Devia menjabarkan.

8. Perlemakan hati

Perlemakan hati (juga disebut sebagai fatty liver atau hepatik steatosis) kondisi penumpukan lemak dalam hati secara berlebihan.

Perlemakan hati terdiri dari dua jenis, yaitu perlemakan hati alkohol dan non alkohol. Letih berlebihan pada perlemakan hati non alkohol berhubungan signifikan dengan inaktivitas dan kantuk berlebih pada siang hari, tapi tidak dengan keparahan penyakit maupun resistansi insulin.

Penelitian telah membuktikan bahwa 20 persen individu dengan peradangan akibat perlemakan hati akan berlanjut ke kondisi yang lebih buruk.

“Penderitanya akan merasakan lelah berlebihan disertai rasa tak nyaman pada perut. Organ hati mungkin akan sedikit membesar. Ini dapat dideteksi dokter saat melakukan pemeriksaan fisik,” ujar dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter. 

Gejala yang bisa dialami antara lain: penurunan nafsu makan, berat badan menyusut, nyeri perut, dan letih berlebihan.

Tidak semuanya, tetapi itulah beberapa alas an mengapa Anda sering atau selalu merasa lelah. Jika Anda mengalaminya beberapa minggu atau bulan belakangan, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Semakin dini penyebabnya terdiagnosis, maka keluhan bisa segera ditangani hingga menyeluruh.(RN/klikdokter)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler