Inilah Wajah Lelah 519 Warga yang Berlayar dari Wamena Kembali ke Kampung Halaman

Kamis, 17 Oktober 2019 – 23:38 WIB
Sejumlah pengungsi dari Wamena, Papua, turun dari KM Dobonsolo di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis. Foto : Hanif Nashrullah/Antara

jpnn.com, SURABAYA - Sebanyak 519 pengungsi Jawa Timur dari Wamena, Papua, tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Mereka menumpang kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Kapal Motor (KM) Dobonsolo.

Felari, salah seorang pengungsi, setibanya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengungkapkan kondisi di Wamena masih belum kondusif.

BACA JUGA: 500 Warga Perantau Jatim Pilih Tinggalkan Wamena

"Warga pendatang diusir. Kalau tidak, kami diancam mau dibubuh," ujarnya.

Felari yang telah menetap di Wamena dengan membuka usaha warung selama lebih dari lima tahun berencana mengungsi ke rumah keluarganya di Lumajang, Jawa Timur.

BACA JUGA: Penikaman Maut terkait Rusuh Wamena 23 September, Semoga Tidak Panas Lagi

"Ini saya bawa seluruh keluarga untuk mengungsi ke Lumajang," ucapnya.

Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemerintah Provinsi Jawa Timur Jonathan Judianto memastikan kedatangan pengungsi dari Wamena seluruhnya ditanggung pemerintah.

BACA JUGA: 14 Ketua Paguyuban Masyarakat di Papua Temui Jokowi di Istana, Ini Permintaan Mereka

"Mereka adalah warga Jawa Timur yang merantau ke Papua," ujarnya.

Dia menjelaskan, masing-masing pengungsi yang hari ini tiba dengan menumpang KM Dobonsolo hanya membayar biaya restribusi senilai Rp6.000.

"Selebihnya biaya kepulangan mereka sampai ke daerah asal di berbagai kabupaten/ kota wilayah Jawa Timur kami tanggung," ucapnya.

Jonathan mengatakan sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing keluarganya, para pengungsi terlebih dahulu ditampung di Asrama Transito, Jalan Margeroje Surabaya, untuk dilakukan pendataan sekaligus pemeriksaan kesehatan.

"Dinas Kesehatan dan juga Kantor Kesehatan Pelabuhan Surabaya akan memeriksa kesehatan para pengungsi, salah satunya kami mengantisipasi agar tidak ada yang terjangkit penyakit malaria," katanya.

Di Asrama Transito, lanjut Jonathan, masing-masing pengungsi juga akan menerima bantuan sosial dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Akomodasi kepulangan mereka ke masing-masing rumah keluarganya di berbagai daerah kabupaten/ kota wilayah Jawa Timur juga telah kami siapkan," ucapnya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler