8 Penyebab Serangan Jantung, Pria Memiliki Risiko Lebih Tinggi Lho

Jumat, 12 November 2021 – 07:50 WIB
Perokok (Ilustrasi). Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - PENYAKIT jantung merupakan salah satu penyakit mematikan yang sangat ditakutkan.

Oleh karena itu, setiap orang harus menjaga kesehatan jantungnya masing-masing.

BACA JUGA: Waspada, Ini 4 Ciri Umum Serangan Jantung

Serangan jantung sering terjadi secara tiba-tiba dan ada beberapa penyebab kenapa hal ini bisa terjadi.

Biasanya, gaya hidup yang tidak sehat merupakan penyebab utama terjadinya serangan jantung.

BACA JUGA: Masih Terkena Serangan Jantung setelah Pasang Ring? Ini Penjelasannya

Ada beberapa penyebab lain terjadinya serangan jantung. Apa saja itu?

Berikut ini penjelasannya, seperti dikutip laman Food.ndtv.

BACA JUGA: Manfaat Air Kelapa untuk Jantung dan Waktu Terbaik Meminumnya

1. Masalah Genetik

Jika stroke dan penyakit jantung merupakan hal turun-temurun dalam keluarga Anda, maka sangat disarankan bagi kamu untuk menjaga pola makan dan gaya hidup.

Pria di atas usia 50 tahun dengan riwayat keluarga penyakit kardiovaskular lebih rentan terhadap serangan jantung.

Dalam kasus wanita pramenopause, kadar estrogen yang tinggi disebut-sebut bertindak sebagai kekuatan pelindung, tetapi risikonya meningkat setelah menopause.

2. Merokok

Ya, tidak hanya penyakit paru-paru, tetapi merokok juga bisa menyebabkan penyakit jantung.

Merokok bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah karena kolesterol jahat atau deposit LDL pada lapisan endotel di sepanjang dinding pembuluh darah, sehingga menghalangi kelancaran aliran darah.

3. Diet Berlemak

Diet tinggi lemak jenuh bisa menambah penumpukan timbunan lemak di arteri koroner dan secara signifikan meningkatkan risiko serangan jantung.

4. Alkohol

Dalam sebuah penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh Journal of American Heart Association, terungkap mengonsumsi alkohol dalam jumlah kecil, sedikitnya setengah liter sehari bisa menyebabkan penyakit jantung dalam jangka panjang.

Minum alkohol menyebabkan penuaan dini pada arteri.

Minum alkohol secara teratur atau berlebihan bisa menyebabkan melemahnya otot jantung, yang disebut kardiomiopati, dan meningkatkan tekanan darah Anda.

5. Kolesterol Tinggi

Sebagian besar serangan jantung terjadi karena penyumbatan kolesterol di arteri jantung.

Lemak darah atau lipid terdiri dari dua jenis kolesterol yakni low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL).

Kolesterol LDL, umumnya dikenal sebagai kolesterol jahat, menghasilkan pembentukan plak di arteri.

Sedangkan HDL bekerja melawan pembentukan plak ini dan membantu membuang kelebihan kolesterol dari tubuh.

Lemak jenuh dan lemak trans dalam makanan cenderung meningkatkan kolesterol LDL dalam darah.

Produk hewani seperti lemak daging, daging sapi, domba, ayam, makanan susu full cream seperti mentega dan makanan olahan seperti kue kering dan biskuit biasanya sarat dengan lemak jenuh.

Idealnya, kolesterol harus kurang dari 200, LDL harus kurang dari 40 dan trigliserida harus kurang dari 150 mg/dl.

6. Diabetes

Tubuh pasien diabetes secara bertahap kehilangan kepekaannya terhadap insulin, yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah, yang juga dikenal sebagai gangguan toleransi glukosa.

Jika kadarnya tidak dijaga, kerusakan parah bisa menyebabkan kerusakan dinding arteri yang menyebabkan stroke.

7. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Pada penderita tekanan darah tinggi, tekanan di dalam arteri lebih tinggi dari biasanya, yang menghambat elastisitas alami arteri.

Ini juga menghasilkan aliran darah yang lebih besar yang dipompa keluar dari jantung, yang mengganggu keseimbangan alami dan menyebabkan penyakit koroner atau stroke.

8. Obesitas dan Kurang Aktifitas Fisik

Obesitas adalah pertanda dari banyak penyakit, dan penyakit jantung menempati urutan teratas.

Diet orang gemuk sarat dengan lemak jenuh, yang bisa memicu serangan jantung.

Studi juga mengungkapkan mereka yang membawa sebagian besar lemak tubuh mereka di sekitar perut berisiko lebih besar terkena penyakit jantung daripada seseorang yang lemak tubuhnya cenderung menetap di sekitar bagian bawah, pinggul dan paha.(fny/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler