83 Warga Depok Terjangkiti Virus Corona, 40 Orang dari Hasil Tes Cepat

Rabu, 01 April 2020 – 08:55 WIB
Tenaga medis melakukan pelaksanaan rapid test di Puskesmas Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, beberapa waktu lalu. Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

jpnn.com, DEPOK - Warga Kota Depok Jawa Barat yang dinyatakan positif tertulari virus corona terus bertambah.

Hingga Selasa (31/3) yang terkonfirmasi positif mencapai 43 orang, ditambah lagi dengan hasil rapid test (uji cepat) massal Covid-19, ada 40 orang dinyatakan positif.

BACA JUGA: Data Corona di Depok: 5 Meninggal, Sukmajaya Paling Merah

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok merilis data hasil rapid test massal total sudah ada 1.443 orang yang diperiksa, sejak pertama dimulai di setiap rumah sakit pada Rabu (25/3), kemudian dilanjutkan paralel dengan tes di sebelas puskesmas.

“Pelaksanaan rapid test hingga Selasa (31/3), yang sudah rapid test di rumah sakit, puskesmas, dan labkesda mencapai 1.443 orang,” ungkap Wali Kota Depok yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas PP Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris.

BACA JUGA: Pemakaman Jenazah Corona di Depok jadi Kontroversi, Sarung Tangan Dibuang Sembarangan

Pelaksanaan rapid test dengan sasaran prioritas untuk PDP, ODP, Tenaga Kesehatan, dan SPGDT.

Hal itu digunakan dengan memerhatikan ketersediaan alat, terutama Alat Pelindung Diri (APD).

BACA JUGA: Depok Segera Dikarantina, Iwan Fals: Wadaw

Menurutnya, 40 orang yang dinyatakan positif dari rapid test hasilnya akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan Swab PCR untuk diagnosa pasti adanya virus corona (Covid-19).

“Dari hasil PCR ini baru bisa dipastikan terkonfirmasi positif atau tidak,” tutur Idris.

Selain itu, soal darurat sipil Idris menegaskan belum ada arahan terkait hal itu.

Meski begitu Pemkot Depok selalu harus siap dengan sejumlah opsi tindak lanjut dari berbagai dimensi, dengan melibatkan Forkopimda serta seluruh komponen di Kota Depok.

“Mengenai ketersediaan sembako, masker dan hand sanitizer, saat ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian intensif melakukan monitoring untuk merencanakan langkah tindak lanjut,” terangnya.

Sementara masker bantuan Provinsi Jabar diusulkan melalui sistem Pikobar yang diakses langsung oleh puskesmas. Terdapat tujuh puskesmas yang sudah melaporkan menerima masker, dengan total masker 3.102 lembar masker.

Kemudian masker dari Pemkot Depok untuk puskesmas, SPGDT, 119 dan untuk layanan kesehatan primer sudah didistribusikan sebanyak 103.250 lembar.

“Kebutuhan APD, masker dan alat rapid test yang direncanakan Pemkot Depok, saat ini sebagian baru datang akan segera didistribusikan. Baik ke rumah sakit, puskesmas, dan SPGDT,” ucapnya.

Senada, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, perkembangan Covid-19 hingga Selasa (31/03) terkonfirmasi positif 43 orang, sembuh 10 orang, dan lima meninggal dunia. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 330 orang, selesai 38 orang dan Masih Dalam Pengawasan 292 orang.

“Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.232 orang, selesai 204 orang dan Masih Dalam Pemantauan 1.028 orang,” ungkapnya.

Sementara PDP yang meninggal saat ini berjumlah 17 orang, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif.

“Karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI,” tutupnya. (rd/gun)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler