9 Shelter Tsunami Dibangun Di Pariaman

Sabtu, 08 September 2012 – 11:17 WIB
PARIAMAN--Tujuh daerah pesisir pantai di Sumbar berpacu membangun shelter di daerah masing-masing, sebelum monster bernama tsunami tiba. Dari 26 shelter yang direncanakan di Kota Pariaman, 9 lokasi di antaranya telah siap dibangun.

Status tanah sembilan lokasi shelter itu telah diserahkan masyarakat kepada Pemko Pariaman tanpa ganti rugi. Hal itu terungkap saat kunjungan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif meninjau kesiapan Pariaman dalam pembangunan shelter, Jumat (7/9).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Asrizal menyebutkan, 30 persen penduduk kota Tabuik ini berada di zona merah, yaitu di radius 500 meter dari garis pantai. Daerah tersebut umumnya kawasan padat permukiman, seperti di Kecamatan Pariaman Utara, Desa Naras.

"Di Desa Naras sedang disurvei tim BNPB untuk pembangunan shelter dan kapasitasnya, tentu kami dan warga Pariaman berharap ini segera terealisasi," ujarnya.

Pariaman membutuhkan 9 shelter di kawasan tersebut untuk menampung 4.800 jiwa. Sebelas shelter lagi berada di setiap persimpangan dengan kapasitas tampung 19.900 jiwa, dan 6 shelter lagi untuk menampung 5.700 jiwa. Totalnya, 26 shelter dengan kapasitas 30.400 jiwa.

Sebelumnya, Kepala BNPB Syamsul Maarif memprediksi 900 ribu jiwa terancam tsunami di Sumbar, mulai dari Pasaman Barat hingga Pesisir Selatan. Untuk itu, pemda sepanjang daerah pantai harus membangun shelter secara bertahap di permukiman penduduk dengan radius 500 meter dari garis pantai.

"Jangan mikir yang berat-berat tentang shelter, tidak perlu ada dapur umum dan kamar mandi. Shelter itu hanya untuk evakuasi sementara. Warga akan bertahan selama dua jam di shelter itu jika terjadi tsunami," ujar Syamsul Maarif.

Desa Naras merupakan desa padat penduduk yang berada di radius 500 meter dari garis pantai. Di desa ini jumlah penduduk yang berada di bibir pantai mencapai 6.000 jiwa. Di desa inilah dalam waktu dekat akan dibangun shelter oleh BNPB. Lokasinya berada di belakang Masjid Nurul Iman dan eks kantor camat Pariaman Utara.
Syamsul Maarif berharap pengelolaan shelter harus ada perencanaan matang oleh kaum muda dan ninik mamak, agar memiliki gambaran akurat tentang warganya. (nia)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Fakta Persidangan PON Segera Divalidasi KPK

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler