90 Tahun El Comandante, Hal Terbaik yang Terjadi pada Kuba

Senin, 15 Agustus 2016 – 10:39 WIB
Mantan Presiden Kuba Fidel Castro (dua kiri), menghadiri perayaan ulang tahun ke-90 nya di Karl Marx teater, Havana, 13 Agustus 2016. Foto: Prensa Miraflores-AFP

jpnn.com - KAKEK renta itu tampak lemah. Dia muncul dalam jamuan makan malam di Karl Marx Theatre, Havana. Sepanjang acara, dia duduk di kursi roda. Namun, bukan berarti kata-kata tajamnya juga lunglai.

Fidel Alejandro Castro Ruz, pemimpin revolusi Kuba, penakluk diktator Batista, menulis opini di media pemerintah yang diterbitkan bersamaan dengan peringatan hari lahirnya.

BACA JUGA: Puluhan Ribu Lebah Lepas di Parkiran Pusat Belanja, Begini Jadinya…

Acara tersebut dihadiri Presiden Kuba yang juga adiknya, Raul Castro, dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Sabtu (13/8) lalu. Hari itu memang penting bagi Fidel Castro. Mantan pemimpin Kuba tersebut genap berusia 90 tahun. Perayaan meriah digelar untuk memperingati ulang tahunnya. Pesta besar-besaran disertai kembang api digelar di berbagai sudut jalan Kuba sejak Jumat (12/8). 

Pameran foto-foto Fidel Castro dan pergelaran musik ikut meramaikan acara. "Fidel adalah hal terbaik yang terjadi pada negara kami,’’ ujar Aldo Zamora, 40, salah seorang penduduk. 

BACA JUGA: RS Ibu dan Anak Turut Terkena Ledakan

Warga Kuba memuja Fidel Castro yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi seluruh rakyat. El Comandante, begitu juga muncul di publik untuk kali pertama sejak kongres Partai Komunis pada April lalu.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang mendalam untuk perhatian, ucapan selamat, dan hadiah yang saya terima beberapa hari ini. Itu memberikan saya kekuatan untuk membalasnya melalui berbagai gagasan,’’ tulisnya.

BACA JUGA: ISIS Bawa 2000 Orang jadi Sandera

Opini tersebut tentu tidak hanya berisi ucapan terima kasih. Tapi juga berbagai kritik terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Saat Fidel Castro masih memimpin, hubungan AS-Kuba memang kerap panas. Namun, hubungan kedua negara membaik setelah Raul Castro berkuasa. 

Fidel mengkritik pidato Obama saat berkunjung ke Hiroshima, Jepang, pada Mei lalu. "Dia kekurangan kata-kata untuk meminta maaf atas pembunuhan ratusan ribu orang,’’ tulisnya. (reuters/ap/sha/c19/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 24 Jam! Sebelas Bom Hantam 5 Provinsi di Thailand


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler