99 Caleg Gerindra DKI Jakarta tak Penuhi Persyaratan

HP Tak Bisa Dihubungi akan Dicoret

Sabtu, 11 Mei 2013 – 10:09 WIB
PARTAI Gerindra Jakarta mengingatkan caleg-calegnya untuk terus menyalakan handphone (HP) selama 24 jam. Hal ini tidak lain agar DPD Partai Gerindra untuk memberikan informasi kepada calegnya terkait kekurangan persyaratan administrasi caleg.

Dari hasil verifikasi caleg yang dikeluarkan KPU Jakarta, dari 106 caleg yang didaftarkan Partai Gerindra untuk DPRD DKI, hanya tujuh caleg yang dinyatakan lengkap berkas administrasinya oleh KPU Provinsi DKI Jakarta. Karena itu, 99 caleg yang dinyatakan belum lengkap, diberikan tenggat waktu melengkapi persyaratan administrasinya hingga 19 Mei. Bila melewati batas waktu tersebut, maka DPD Gerindra DKI tidak akan segan-segan mencoret nama caleg tersebut dari daftar caleg DPD Gerindra DKI.

Ketua DPD Gerindra DKI Muhammad Taufik mengatakan, berkas-berkas yang kurang atau belum lengkap dari 99 caleg tersebut antara lain surat kesehatan jiwa banyak yang belum jelas, ijazah SMA banyak yang belum dilegalisir dan ada form yang belum ditandatangani. “Kekurangannya memang tidak prinsipil. Saya harapkan semuanya dapat dilengkapi hingga tanggal 19 Mei. Sehingga pada tanggal 20 Mei bisa diserahkan seluruhnya kepada KPU Provinsi DKI,” kata Taufik dalam acara Pembekalan Kader Gerindra di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (10/5).

Berdasarkan peraturan KPU Provinsi DKI, daftar urut caleg masih bisa digeser maupun diganti. Karena itu, kalau tidak menyerahkan kelengkapan berkas administrasi, maka bisa saja namanya diganti atau digeser.

Sekjen DPP Gerindra Ahmad Mujani menyatakan optimistis pada Pemilu 2014, Gerindra pasti menang besar di Jakarta. Bila tahun 2009, Gerindra hanya mendapatkan 6 kursi, maka pada 2014, Gerindra berjuang untuk bisa meraih kursi lebih banyak. “Kenapa kami optimis, dulu memang tidak ada yang mendukung kami karena partai baru. Tetapi sekarang Gerindra sudah punya kader yang menjabat Wakil Gubernur DKI. Dulu mau mendapatkan caleg, tidak ada yang mau. Makanya kader yang mau jadi caleg pada 2009 adalah orang-orang yang rada nekat. Tapi sekarang orang-orang berebut masuk Gerindra dan jadi caleg,” ujar Mujani.

Menurutnya, problem soal pencalegan sudah Gerindra lewati. Karena itu, Mujani mengharapkan, 99 caleg yang berkas administrasinya masih kurang segera dapat melengkapinya. “Saya harap yang kurang-kurang dilengkapi. Kalau tidak bisa dihubungi, maka pengurus DPD akan mencoret nama anda. Karena yang ngantri jadi caleg Gerindra sudah banyak kayak ngantri naik haji,” paparnya.

Mujani mengharapkan seluruh caleg yang menang dalam Pemilu 2014, harus mendukung percepatan pembangunan Kota Jakarta. Jangan ada anggota legislatif Gerindra yang menghambat setiap program pembangunan yang direncanakan Jokowi dan Ahok. “Dengan Gerindra menguasai Kebon Sirih (DPRD DKI), maka tidak ada lagi pembangunan di Jakarta yang ditunda-tunda lagi,” pungkasnya. (pes)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hanya Andalkan Otot, Ormas Bakal Gulung Tikar

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler