Hanya Andalkan Otot, Ormas Bakal Gulung Tikar

Sabtu, 11 Mei 2013 – 07:30 WIB
JAKARTA - Banyak organisasi kemasyarakatan (ormas) yang hanya mengandalkan fisik dalam setiap pergerakannya. Model ormas yang seperti ini bakal "habis" jika tidak segera mengubah diri, menjadi ormas yang bergerak dengan dasar kecerdasan otak.

Demikian pendapat Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Pemuda Panca Marga (PPM), Ishak Tan,  saat menjadi pembicara di acara dialog pemerintah dengan sejumlah elemen masyarakat di Jakarta, Jumat (10/5) malam.

Acara ini digelar oleh Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat sebagai bahan mempersiapkan penyusunan draf Peraturan Pemerintah (PP) tentang pemberdayaan ormas.

Dialog yang dipandu Kasubdit Ormas Ditjen Kesbangpol Kemendagri, Bahtiar ini, berlangsung seru, berlangsung hingga tengah. Banyak peserta, terutama dari perwakilan sejumlah kementerian/lembaga, menyampaikan masukan-masukan penting bagi penyusunan PP.

Ishak memberi contoh PPM, yang diakuinya dulu sangat mengandalkan otot. "PPM dulu terkenal dengan militansinya. Tapi kini, kita tampilkan PPM dengan kualitas intelektualitasnya. Otot main, tapi otak juga oke," ujar Ishak Tan, pria kelahiran Pulau Buru, itu.

Dia menyebut ada tiga kategori ormas, dilihat dari model gerakannya. Pertama, ormas yang hanya melakukan advokasi saja. Ormas type ini hanya suka mengkiritik dan menghujat kebijakan-kebijakan pemerintah, tapi tidak menyodorkan solusi.

Kedua, ormas yang konsen pada pemberdayaan masyarakat. Ormas jenis ini tidak banyak melakukan advokasi, tapi gerakannya menyentuh langsung kepentingan masyarakat bawah.

Ketiga, ormas yang giat advokasi, sekaligus melakukan pemberdayaan masyarakat. "Mereka ini suka mengkritik tapi juga melakukan kegiatan-kegiatan pemberdayaan," ujar Ishak. Kategori ketiga ini merupakan ormas yang ideal.

Dia menyatakan setuju atas gagasan Prof Erman Anom, dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, Jakarta, mengenai perlunya dibuat pemeringkatan ormas.

"Pemeringkatan sekaligus untuk proses seleksi alam ormas," pungkasnya. (sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jaksa Agung Bantah Copot Kejari Bandung

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler