Abaikan Penolakan Presiden, Lembaga Brazil Tetap Impor Vaksin Tiongkok

Minggu, 25 Oktober 2020 – 05:49 WIB
Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Foto: REUTERS/ADRIANO MACHADO

jpnn.com, BRASIL - Badan pengawas kesehatan Brazil, Anvisa, pada Jumat (23/10) mengizinkan lembaga biomedis Butantan mengimpor enam juta dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac, sehari setelah Presiden Jair Bolsonaro mengumumkan bahwa Brazil tidak akan membeli vaksin asal Tiongkok tersebut.

Institut Butantan Sao Paulo berencana mengimpor vaksin Sinovac, yang sedang diuji klinis tahap ketiga dengan bantuan universitas setempat dan belum disetujui untuk penggunaan yang lebih luas di Brazil.

BACA JUGA: Angka Kematian Pasien Covid-19 di Brazil Mencapai 71.469 Kasus

Butantan pada akhirnya akan memproduksi Sinovac jika vaksin tersebut terbukti ampuh.

Gubernur Sao Paulo Joao Doria sebelumnya pada Jumat mengaku Anvisa telah memberi tahunya bahwa badan pengawas itu tidak akan tunduk pada tekanan politik menyangkut persetujuan calon vaksin COVID-19.

BACA JUGA: Intip Keseruan Luna Maya Naik Sepeda Saat Liburan ke Brazil

Awal pekan ini, Bolsonaro melalui sosial media mengatakan bahwa Brazil tidak akan mendatangkan vaksin COVID-19 buatan Sinovac.

Keengganan Bolsonaro itu tampak terkait dengan kekhawatiran politik setelah calon vaksin asal Tiongkok itu diragukan oleh para pendukungnya.

BACA JUGA: Presiden Bolsonaro Anggap Corona Cuma Flu Biasa, Sudah 50 Ribu Warga Brazil Meninggal

Brazil menghadapi wabah COVID-19 terparah kedua di dunia, setelah Amerika Serikat, dengan 156.471 kematian. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler