ABJ Nilai Jokowi Terbukti Sangat Solid dengan Bu Mega

Senin, 10 Oktober 2022 – 22:11 WIB
Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas. Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di Batutulis adalah hal wajar.

Komunikasi politik semacam itu justru perlu terus dilakukan oleh partai koalisi pendukung Jokowi.

BACA JUGA: ABJ: Yang Masih Bicara 3 Periode Adalah Musuh Jokowi, Siap-Siap Berhadapan dengan Kami

“Bagi kami relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) ini adalah wujud komunikasi politik yang perlu terus dilakukan dengan koalisi partai yang masih satu visi. Pak Jokowi memberi pesan bahwa beliau sangat firm, solid dengan Bu Mega, ketika ada barisan koalisi yang sudah mulai berbelok arah,” kata Ketua Umum DPP ABJ Michael Umbas, Senin (10/10).

Menurut Umbas, Jokowi juga telah belajar banyak dari sikap kenegarawanan Megawati. Begitu juga kesabaran revolusioner yang kuat dan teruji dari Megawati.

BACA JUGA: ABJ: Calon Kapolri Baru Sosok Pemersatu

“Ketika tahun 2014, Bu Mega mengalah menjadi capres, meskipun beliau ketua umum partai. Untuk kepentingan rakyat, Bu Mega menyerahkan tiket capres PDI Perjuangan kepada kader terbaiknya, yakni Pak Jokowi,” ujar Umbas.

“Jadi, pertemuan ini (Megawati-Jokowi) bagi kami bukan soal isu apakah membahas isu personal capres antara Ganjar atau Puan, tetapi lebih dari itu, yakni bentuk konfirmasi sikap politik Pak Jokowi dan Bu Mega selalu dalam bingkai ideologis, seiring sejalan, bukan pragmatisme atau kepentingan temporal,” imbuh Umbas.

BACA JUGA: Dikawal Relawan ABJ, Jokowi Janjikan Solusi ke Pengrajin Rotan Cirebon

Umbas juga mendorong Jokowi untuk melakukan konfigurasi ulang koalisi, termasuk reshuffle dalam kabinet. Hal ini penting agar pemerintah hingga 2024 tetap solid, konsisten bekerja untuk rakyat, bangsa, dan negara.

Umbas mengatakan pertemuan antara Jokowi sebagai Kader PDI Perjuangan yang kini menjadi presiden dua periode tentu membahas isu strategis politik kepartaian bersama Megawati selaku ketua umum partai.

“Pertemuan antara Presiden dan mantan Presiden ini juga untuk membahas berbagai persoalan kebangsaan, terutama ancaman krisis ekonomi global yang akan berdampak bagi Indonesia,” kata Umbas.

“Pertemuan dalam konteks koalisi partai pendukung pemerintah, di mana PDI Perjuangan sebagai jangkar utama, bagaimana menyikapi dinamika politik yang tinggi menuju 2024,” tutur Umbas. (dil/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler