Abraham Samad Gagal Dampingi Jokowi, Trimedya: Itu Putusan Koalisi

Selasa, 20 Januari 2015 – 20:52 WIB
Abraham Samad dan Joko Widodo. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan tidak membantah bahwa Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad pernah masuk dalam nominasi calon wakil presiden mendampingi calon presiden Joko Widodo dalam Pemilu Presiden 2014 lalu.

"Saya tidak dengar itu terlalu intens juga. Bahwa beliau salah satu nominasi calon wakil presiden bersama Jusuf Kalla (JK), ya, iya," kata Trimedya Panjaitan, menjawab pertanyaan wartawan soal Abraham Samad jadi calon cawapres, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1).

BACA JUGA: KPU Siap Beri Masukan Revisi Perppu Pilkada

Bahwa kemudian partai koalisi menetapkan dan memilih JK mendampingi Jokowi, menurut Wakil Ketua Komisi III DPR itu, itu karena soal kalkulasi politik saja. 

"Jadi menurut saya, tidak ada yang salah dari situ, sebab di samping JK dan Abraham Samad juga ada nama lainnya sebagai calon pendamping Jokowi. Memilih JK pendamping capres Jokowi, itu putusan koalisi," ungkapnya. 

BACA JUGA: Perppu Disetujui, 204 Daerah Gelar Pilkada Serentak Tahun Ini

Menjawab pertanyaan, apakah setelah partai koalisi pendukung Jokowi menetap JK sebagai cawapresnya Jokowi, PDI Perjuangan menemui Abraham Samad? Trimedya menjawab tidak tahu. 

"Soal ada pertemuan lanjutan PDI Perjuangan dengan Samad, saya tidak tahu. Itu bukan gelas gue itu," pungkasnya. (fas/jpnn)

BACA JUGA: Senator Minta Pemerintah Serius Jaga Stabilitas Harga Sembako

BACA ARTIKEL LAINNYA... Misbakhun Dorong DPR Hidupkan Kembali Timwas Century


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler