Sebut NU Bebas Memilih, Abuya Muhtadi Pilih Dukung Mahfud

Kamis, 14 Desember 2023 – 17:56 WIB
Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD memgunjungi kediaman tokoh dan ulama karismatik Banten Abuya Muhtadi, Rabu (13/12/2023). (ANTARA/HO-TPN Ganjar-Mahfud)

jpnn.com, SERANG - Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD mendapat doa khusus dari ulama karismatik Banten Abuya Muhtadi saat melakukan safari politik di Tanah Jawara, Rabu (13/12).

Sebelum dialog dan orasi kebangsaan dengan ulama se-Banten, Mahfud menyambangi Ponpes Roudlotul Ulum, Cidahu, Cidasari, Pandeglang.

BACA JUGA: Orasi di Banten, Mahfud: Masyarakat Tidak Boleh Diintimidasi untuk Menentukan Pemimpinnya

Mahfud sowan terlebih dahulu dengan tokoh dan ulama karismatik Banten Abuya Muhtadi.

Seusai bertemu di kediaman Abuya Muhtadi, Mahfud menghadiri dialog bersama ratusan santri dan ulama Banten di sebuah aula yang biasa dipakai untuk ngaji kitab kuning para santri.

BACA JUGA: Ganjar Sebut Mahfud Punya Kapasitas dan Siap Berdebat Pas 22 Desember

Para santri menyambut Mahfud dengan selawat badar dan berebut untuk bersalaman.

Dalam acara tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Majelis Muzakarah Muhtadi Cidahu Banten (M3CB) itu menyatakan warga Nahdlatul Ulama (NU) bebas memilih dalam pilpres.

BACA JUGA: Sepatu Ganjar di Debat Capres Jadi Sorotan, Karya Anak Muda, Bermakna Filosofis

Kendati demikian, pilpres jangan sampai bikin cekcok antarsaudara.

"NU bebas memilih, tetapi, kalau saya tetap ke Pak Mahfud dan Pak Ganjar. Kenapa Pak Mahfud? Beliau kawan saya di PKB dulu," tuturnya di Majelis Cidahu.

Abuya Muhtadi bahkan secara khusus mendoakan pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD agar sukses dan memenangkan Pilpres 2024.

"Mangga pilih calon-calonnya, tetapi Mangga singkatan, Mahfud-Ganjar. Sukses, sukses, sukses Mangga. Mahfud Ganjar," doa Abuya Muhtadi diamini ratusan santri dan ulama yang hadir.

Dalam orasi kebangsaannya, Mahfud menegaskan dia tidak akan kampanye politik elektoral. Namun, kampanye politik kebangsaan.

"Saya yakin, tidak perlu kampanye apa-apa. Beliau Abuya Muhtadi sudah tahu, beliau ilmunya dan makrifatnya tinggi. Tanyakan ke beliau. Saya tidak akan kampanye elektoral," ucap Mahfud.

Mahfud lebih banyak berbinlcara soal peran santri dan umat Islam dalam mencintai serta menjaga tanah air.

Sebagai santri, Mahfud amat berkesan dengan pelajaran di pondok pesantren yang selalu mengutamakan mencintai tanah air. Itulah mengapa lagu pertama yang berkumandang dalam setiap acara di Ponpes, adalah Indonesia Raya.

"Hingga ada ungkapan Hubbul Wathan Minal Iman. Maka pesantren yang benar, adalah yang tidak boleh melahirkan orang-orang yang radikal," tuturnya.

Mahfud juga mengulas panjang lebar tentang Piagam Madinah semasa Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad amat kosmopolit dan inklusif.

Inilah yang ditiru oleh para ulama pendiri bangsa yang telah memberikan nilai-nilai keIslaman pada Indonesia.

"Indonesia ini negara Islami, tapi bukan negara Islam. Jangan eksklusif, harus inklusif. Tidak boleh ada diskriminasi kepada kelompok rentan. Mari kita jaga Indonesia ini dengan penuh kecintaan," ungkap Mahfud.

Soal rencananya maju sebagai cawapres, menurutnya, dia tak pernah mencari-cari kekuasaan.

Sebelum diumumkan sebagai cawapres 18 Oktober, hingga 14 Oktober dia tidak tahu akan diminta jadi cawapres.

"Saya tidak pernah melakukan pendekatan apa pun. Saya tidak lobby. Saya tak bikin iklan dan spanduk. Saya tak minta masuk survei. Sebab saya ingat hadis yang menyebut, jangan minta-minta jabatan. Kalau minta-minta, Allah tak akan membantu. Kalau diminta oleh rakyat, Allah akan membantu," katanya.

Sebelum meninggalkan Banten, Mahfud berziarah ke Makam Abuya Dimyati, yang lokasi maqbarohnya tak jauh dari kediaman Abuya Muhtadi. (rhs/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Stafsus Presiden Jokowi: Jangan Lupa Pilih Pak Ganjar, Ya


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler