Aceh Cycling Tourism Digelar Untuk Memperkenalkan Potensi Pariwisata Aceh

Jumat, 20 Mei 2022 – 00:03 WIB
Pre Event Aceh Cycling Tourism digelar di Aceh 13-20 Mei, untuk memperkenalkan pariwisata Aceh. Foto: Tim Publikasi Tim Aceh Cycling Tourism.

jpnn.com, SABANG - Ajang olahraga sekaligus promosi pariwisata Aceh, Pre Event Aceh Cycling Tourism digelar 13-20 Mei.

Sejumlah pegiat sepeda dan pendengung ikut meramaikan ajang yang diselenggarakan Aceh Darussalam, sebuah platform bisnis pengembangan pariwisata Aceh.

BACA JUGA: Menparekraf Sandi Pamer Pariwisata RI Bangkit PascaPandemi Saat Pidato di AS

Acara puncak Aceh Cycling Tourism rencananya diselenggarakan 2 September mendatang.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan wisata Aceh kepada wisatawan dalam dan luar negeri.

BACA JUGA: Bamsoet Ajak Semua Pihak Bangkitkan Sektor Pariwisata Indonesia

Menurut penanggung jawab kegiatan pre event Aceh Cycling Tourism Steffy Burase, potensi wisata Aceh begitu luar biasa.

Alam yang indah dengan nilai historis wilayah yang begitu unik, diyakini menjadi daya tarik tersendiri bagi pegiat sepeda untuk mengikuti even Aceh Cycling Tourism.

BACA JUGA: Pesta Budaya Jadi Faktor Pendukung Menduniakan Pariwisata Danau Toba

"Kami ingin menjadikan Aceh sebagai salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi wisatawan nasional maupun internasional."

"Terutama bagi masyarakat muslim, dengan mengedepankan wisata alam, wisata religi (sejarah Islam), wisata budaya dan historis sebagai pemikat,” ujar Steffy Burase dalam keterangannya, Kamis (19/5).

Steffy lebih lanjut mengatakan Aceh Darussalam sebagai penyelenggara Aceh Cycling Tourism memiliki komitmen untuk berkembang bersama dengan elemen masyarakat sekitar.

Karena itu, dia berharap kegiatan yang digelar juga memberi dampat positif di bidang sosial, ekonomi dan budaya, terutama bagi UMKM.

"Kami juga memperkenalkan keindahan wisata alam Aceh bagi para peserta dengan menyusuri tepi danau dan menikmati keindahan lautan Samudera Hindia dan Selat Malaka yang dikelilingi pegunungan dan alam asri."

"Kami juga akan memperkenalkan wisata religi dan kuliner khas Aceh,” ucap Steffy.

News Anchor dan Cycling Enthusiast Poppy Zeidra ikut meramaikan pre event Aceh Cycling Tourism kali ini.

Selain itu, sejumlah pendengung juga ikut serta, di antaranya Abdoullah Mitiche, Vitri Oktria, Djoenedy dan Yoyo Herjuno.

Kemudian, Setyo Indro, Ramlee, Andi Elianti, Mitya Fitrina dan Fitra Tara Mizar.

Tim Aceh Cycling Tourism berangkat dari Jakarta pada 13 Mei lalu.

Kegiatan gowes dimulai pada 14 Mei, start dari titik 0 kilometer Sabang, menyusuri rute Sabang-Banda Aceh.

Hari kedua tim mengelilingi Takengon, kemudian pada hari ketiga kembali ke Banda Aceh dengan rute melewati Danau Lut Tawar dan Pantai Menye.

Danau Lut Tawar berperan penting dalam pengendalian keseimbangan air khususnya perkotaan Takengon dan menjadi sumber air untuk kabupaten Bener Meriah.

Air danau ini juga dimanfaatkan untuk air minum dan budidaya perikanan air tawar sebagai mata pencaharian masyarakat sekitar danau.

Sementara pantai Menye merupakan pantai indah dengan latar perbukitan yang berada di Danau Lut Tawar.

Kegiatan gowes hari ketiga hingga hari terakhir akan berpusat di Banda Aceh.(gir/jpnn)


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler