Ada Amerika Serikat hingga Jepang di Super Garuda Shield 2022, Tiongkok?

Rabu, 03 Agustus 2022 – 20:30 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan latihan Super Garuda Shield 2022 tidak ada hubungan dengan situasi Laut Cina Selatan. Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com.

jpnn.com, BATURAJA - Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa bersama Commanding General U.S Army Pacific Command General Charles A. Flynn, membuka latihan gabungan Super Garuda Shield 2022, di Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, Rabu (3/8).

Latihan gabungan Super Garuda Shield (SGS) 2022 yang digelar 1-14 Agustus di ikuti oleh 14 negara antara lain Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Singapura yang berpartisipasi aktif.

BACA JUGA: Super Garuda Shield 2022 jadi Upaya Penguatan Diplomasi Indonesia

Malaysia, Inggris, Papua Nugini, Timor Leste, India, Kanada, Selandia Baru, dan Korea Selatan yang bertindak sebagai pengamat.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan Indonesia sendiri sudah pernah mengundang Tiongkok untuk bergabung.

BACA JUGA: Jenderal Andika Buka Super Garuda Shield 2022, Begini Pesan Tegasnya untuk Tentara 14 Negara

"Namun, latihan bersama itu bukan keinginan satu pihak, tidak bisa. Latihan bersama keinginan kedua pihak," kata Andika Perkasa seusai membukaan latihan gabungan Super Garuda Shield di Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, Rabu (3/8).

Dia juga menyebutkan TNI sendiri sudah pernah melaksanakan latihan bersana Tentara Tiongkok pada tahun 2012 dan 2013.

BACA JUGA: Jenderal Andika Tegaskan Super Garuda Shield tidak Ada Hubungan dengan Situasi Laut China Selatan

"Namun, tidak ada kelanjutan dan mungkin, mungkin bukan prioritas. Itu saja," lanjutnya.

Jenderal bintang empat itu juga menyebutkan tidak tertutup kemungkinan akan kembali mengundang Tiongkok pada ajang latihan bersama berikutnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan Super Garuda Shield 2022 tidak ada hubungan dengan konflik Laut Cina Selatan (LCS).

Dia menegaskan bahwa latihan gabungan Garuda Shield sudah dilakukan sebanyak 16 kali.

“Kami selalu melakukan latihan ini apa pun situasi yang terjadi. Jadi, kalau ada yang membaca seperti itu, ya silakan, tetapi kami melakukannya sama sekali tidak (karena persoalan LCS, red),” kata Jenderal Andika.

Jenderal bintang empat itu menyebutkan latgab ini bentuk ketertarikan negara-negara, termasuk yang berada di sekitar Indonesia, untuk melakukan latihan bersama.

"Sebetulnya di negara lain sering, di Indonesia tidak, dan ini adalah momentum yang ingin kami lakukan. Ini sama sekali tidak ada pesan apa pun kepada siapa pun," pungkasnya.(mcr8/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler