Ada Kuyung-Kupik di AITIS 2014

Selasa, 15 April 2014 – 16:22 WIB
Kuyung-Kupik Muba 2014, Juranda Azhari bersama Debby Natalia Wachidan. Foto: Arwan Mannaungeng/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Dikeramaian Apkasi Internasional Trade and Investment Summit (AITIS) 2014 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (15/4), dua insan berlainan jenis dengan pakaian adat terlihat ceria. Ia selalu melempar senyum dan menyapa ramah setiap tamu.

"Kami adalah pasangan Kuyung-Kupik semacam Abang-None di Jakarta," kata Juranda Azhari ketika memperkenalkan diri. Bersama dengan Debby Natalia Wachidan, keduanya kompak menjelaskan potensi wisata Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

BACA JUGA: Paris Hilton-Kelly Osbourne Terlibat Twitwar

Kuyung-Kupik dipilih menjadi duta pariwisata yang setiap tahunnya digelar di bulan April untuk level kabupaten. Mereka yang menang otomatis mewakili Muba di seleksi Bujang-Gadis tingkat Provinsi Sumsel. Tugasnya sama-sama mempromosikan potensi wisata.

Kuyung untuk penyebutan pria. Sedangkan Kupik bagi gadisnya. Seleksi Kuyung-Kupik ini menjadi rutinitas sejak 2009 karena dipelopori oleh Lucianty Pahri, istri Bupati Muba Pahri Azhari.

BACA JUGA: Kunis Tutup Perut, Efron Pamer Dada

"Dulunya sih tinggal ditunjuk saja. Sekarang seleksinya mulai ketat. Mereka yang dianggap cakap dan layak yang terpilih. Masing-masing kecamatan mengusulkan sepasang Kuyung-Kupik terus diseleksi," kata Debby, dara kelahiran Baturaja, OKU, 14 Desember 1989 itu.

Dalam pembangunan Muba, selain mengandalkan sumber daya alam, keelokan alam juga menjadi pundi bagi pemasukan buat daerah berpenduduk 693.935 jiwat itu. Ya, obyek wistalah yang kini dieksploitasi agar pelancong domestik maupun asing mau menyempatkan waktu berkunjung ke Bumi Serasan Sekate. "Baru-baru kami dari Afrika ikut mempromosikan Muba," kata Debby.

BACA JUGA: Titi Kamal Berbulan Madu Kedua

Kupik yang kini bergelar sarjana hukum itu menjelaskan setiap tahunnya ada festival budaya yang diselengarakan untuk menarik para wisatawan. "Yang paling menarik itu Musi Triboatton yang digelar akhir Nopember setiap tahunnya. Peserta lombanya dari banyak negara," ucapnya.

Debby menjelaskan Musi Triboatton menyuguhkan keindahan budaya dan kehidupan sungai di sepanjang perjalanan menyusuri Musi. Para peserta akan menempuh rute yang terbilang panjang. Perahu tradisional disiapkan menjadi hotel dengan sajian makanan khas Muba dari jenis ikan tapa dan roan. "Itu bisa tiga hari di sungai menempuh rutenya mas," katanya.

Selain Musi Triboatton, festival seni dan budaya yang tak kalah meriah adalah rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Muba setiap September. Bulan ini bisa dibilang sebagai puncak festival. Akan ada setiap utusan dari kecamatan yang turut serta. Mulai dari Festival Randik, Muba Expo sampai dengan Karnaval Air.

Makanya, tak heran bila keikutsertaan Pemkab Muba di AITIS 2014 lebih menonjolkan potensi wisata dengan kuyung-kipik sebagai dutanya. Di stan yang berbentuk kapal itu, tertulis di lambungnya Kabupaten Musi Banyuasin. Sementara di layarnya terpampang Program Pahri Azhari, Program Alokasi Dana Desa Kabupaten Musi Banyuasin Satu Milyar Satu Desa, Pertama Di Sumsel.  (awa/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Whulandary Herman Menanti Jodoh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler