Ada Mahasiswa Sudah 3 Bulan Tak Dapat Kiriman Uang, Untungnya Pak Ganjar Datang

Sabtu, 25 April 2020 – 13:43 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama mahasiswa Undip yang tak pulang kampung. Foto: Ist

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hari ini mengunjungi mahasiswa penghuni rumah susun mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang.

Dari 1000 mahasiswa penghuni, sebanyak 150 di antaranya sampai saat ini masih bertahan di asrama itu dan memilih tidak pulang kampung.

BACA JUGA: Pak Ganjar Menyiapkan Sanksi bagi Pelanggar Protokol Kesehatan, Siap-Siap!

Bahkan ada di antara mereka yang sudah tidak mendapat kiriman uang dari orang tuanya.

Total Rusunawa Undip terdiri dari lima unit gedung, yang setiap unitnya terdiri dari dua bidang dan memiliki lima lantai.

BACA JUGA: Curhatan Ratusan Perantau Ini Buat Hati Pak Ganjar Terenyuh

Mahasiswa yang menghuni rusunawa tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan terdapat juga mahasiswa dari negara sahabat.

"Ternyata mereka tidak pulang dan cukup banyak jumlahnya di sini," kata Ganjar.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Tunda RUU Omnibus Law, Mudik Bawa Virus untuk Ibu, Jokowi dan Donald Trump

Sejak COVID-19 masuk ke Indonesia, Jawa Tengah khususnya, Ganjar secara intensif keliling menyambangi mahasiswa dari luar daerah. Kali pertama, asrama yang dikunjungi adalah asrama mahasiswa Papua

"Dan dari kami keliling mulai banyak orang terinspirasi dan mulai kelihatan. Kemarin saya hanya nengok Papua dan Aceh. Ternyata mahasiswa yang tertinggal itu banyak," katanya.

Selain mahasiswa Papua dan Aceh, asrama mahasiswa lain daerah juga telah dikunjungi Ganjar. Mulai dari Jabar, Jatim, Sulawesi Selatan dan lainnya. Ganjar memastikan para mahasiswa yang tetap bertahan di Semarang itu dapurnya tetap mengepul.

"Nah kemarin kami mendengar banyak mahasiswa dari Undip yang tidak pulang cukup banyak, bisa tidak kami lihat kondisinya. Bahkan tadi ada yang kondisinya sudah tidak mendapat kiriman dari orang tuanya dan bekerja part time (paruh waktu) di kafe. Tapi kafenya tutup," katanya.

Mahasiswa tersebut bernama Ratih Ester Nababan, mahasiswa semester 8 Fakultas Sains dan Matematika.

Menurut Ester, hari ini jadi penting bagi dirinya karena mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

Ester yang asli Tapanuli Sumatera Utara tersebut mengatakan kepada Ganjar sudah hampir tiga bulan tidak ada kiriman uang yang dia terima dari orang tuanya.

"Sekarang kerja part time di kafe. Satu hari kerjaannya enam jam. Tapi kafenya mau tutup. Terima kasih Pak Ganjar bantuannya," kata Ester yang mengatakan orang tuanya hanya berprofesi sebagai petani.

Sejumlah bantuan diberikan Ganjar untuk mahasiswa yang tetap bertahan di rusunawa tersebut. Dari beras, mie instan, minyak goreng, buah-buahan sampai makanan siap saji. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler