Adian Kurang Yakin Kang Emil Bisa Menjadi Magnet Generasi Muda di Pilpres 2024

Selasa, 10 Maret 2020 – 04:43 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Foto: JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu mengakui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil cukup populer. Namun terkait prestasi, anggota DPR dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor ini mengaku belum melihat hal luar biasa yang dilakukan Kang Emil -panggilan akrab Ridwan Kamil- selama ini.

"Prestasi luar biasa belum terlihat, belum terdengar, tetapi populer iya. Nah, untuk ke depan tergantung kinerja beliau," ujar Adian dalam program 'Ngomongin Politik (Ngompol) yang tayang di jpnn.com.

BACA JUGA: Ridwan Kamil-Ganjar Pranowo Bertemu di Bandung, Bahas Apa?

Anggota Komisi I DPR ini juga merasa tidak yakin Kang Emil bakal menjadi magnet bagi generasi milenial di Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Pasalnya, sulit menebak kemauan anak-anak zaman sekarang. Tidak cukup ketika seseorang mengikuti apa yang menjadi tren, lantas bakal disukai generasi milenial.

BACA JUGA: Begini Sikap Adian Napitulu Jika Prabowo-Puan Berpasangan di Pilpres 2024

Misalnya, aktif di media sosial seperti yang dilakukan Kang Emil, tidak bisa menjadi patokan menjadi magnet bagi generasi milenial memilih Kang Emil nantinya.

"Apakah akan mampu menjadi magnet bagi generasi milenial, saya enggak yakin. Dalam politik kalau mau meningkatkan popularitas, ya boleh-boleh saja. Bahkan mungkin banyak, misalnya ada istilah panjat sosial. Cuma saya kira hal-hal seperti itu tidak cukup. Jadi, bagaimana peluang Ridwan Kamil di Pilpres 2024, ya tergantung bagaimana dia di empat tahun ke depan," ucapnya.

BACA JUGA: Kang Emil Ungkap Fakta Terkait Warga Depok Kena Corona

Pentolan aktivis'98 ini kemudian membandingkan kebiasaan Kang Emil dan Ketua DPR Puan Maharani dalam menggunakan media sosial.

Di mana Puan tidak se-aktif Kang Emil yang kerap mengomentari banyak hal. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu kelebihan Mbak Puan.

"Saya kira salah satu kelebihan Mba Puan, dia kerja, ya kerja saja. Kan mengukur ambisi seseorang, di antaranya bisa dilihat dari bagaimana orang itu mengejarnya. Kalau Mba Puan santai saja, enggak pansos. Di medsos ini kan siapapun bisa menjadi apa pun, tetapi belum tentu itu merupakan jatidiri aslinya," pungkas Adian.(gir/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler