Aduh! Lanjut Melemah, Selasa Sore Rupiah Terkoreksi 70 Poin

Selasa, 02 Maret 2021 – 18:40 WIB
Nilai tuar rupiah terus melorot, pada Selasa kurs rupiah ditutup melemah 70 poin. Foto/ilustrasi: Arsip jpnn.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore (2/3) masih berlanjut melemah.

Rupiah ditutup melemah 70 poin atau 0,49 persen ke posisi Rp 14.325 per USD dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 14.255 per USD.

BACA JUGA: USD Berjaya, Rupiah Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi meski imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat telah turun pada pekan ini, tapi kurs rupiah akibat menguatnya USD.

"Dari eksternal, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh menguatnya indeks USD," kata Ibrahim dalam keterangan resmi yang diterima JPNN.com di Jakarta, Selasa.

BACA JUGA: Wah! Indonesia Bakal Punya Rupiah Digital? Ternyata Begini Kata BI

Dia menjelaskan, USD membaik akibat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kini stabil di level 1,42 persen setelah sempat naik hingga 1,6 persen pada pekan lalu.

Hal itu didorong sentimen para pelaku pasar yang percaya bahwa yield obligasi AS naik terlalu cepat di saat inflasi di AS masih cukup rendah.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Rupiah Menguat Lagi Didukung Beberapa Faktor Ini

Di sisi lain, kuatnya sinyal dari The Fed untuk terus mempertahankan tingkat suku bunga rendah.

"Kenaikan yield US teasury yang dilatarbelakangi prospek pertumbuhan ekonomi serta inflasi yang kemungkinan menanjak, berarti pelaku pasar mengantisipasi kemungkinan bank sentral AS akan mengurangi nilai program pembelian obligasi dan surat berharga lainnya," ujar Ibrahim.

Indeks USD saat ini berada di level 91,3, naik 0,23 atau 0,26 persen dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Ibrahim menjelaskan dari internal, kurs rupiah dipengaruhi oleh insentif tambahan ke sektor properti.

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) menetapkan kebijakan uang muka atau down payment (DP) nol persen untuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Kini, pemerintah menetapkan pajak pertambahan nilai (PPN) nol persen atau PPN ditanggung pemerintah yang berlaku mulai 1 Maret 2021 hingga 31 Agustus 2021.

Menurut Ibrahim, kebijakan ini merupakan upaya yang baik diambil oleh pemerintah yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi, khususnya pada sektor properti.

Diharapkan diskon PPN rumah dibawah Rp 2 miliar akan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.

"Jadi kebijakan tersebut akan membantu pengembang perumahan dalam peningkatan penjualan di tengah pandemi Covid-19," kata dia.

Kendati demikian data internal yang baik tidak bisa mengangkat sentimen positif karena faktor eksternal lebih berperan lebih kuat.

"Sehingga wajar kalau rupiah melemah cukup tajam dan dalam minggu ini bisa ke posisi Rp 14.500 per USD," ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 14.273 per USD Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.270 per USD hingga Rp 14.330 per USD.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan rupiah melemah Rp 14.307 per USD dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp 14.300 per USD. (mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler