Agen 007 Jadi Rebutan Lima Studio Besar

Senin, 24 April 2017 – 04:33 WIB
James Bond. Foto: Youtube

jpnn.com - Franchise film James Bond kini tengah jadi rebutan. Hak milik film yang mengisahkan petualangan agen berkode 007 itu masih dimiliki EON dan MGM.

Namun, franchise yang diinspirasi kisah novel garapan Ian Flemming tersebut tidak lagi memiliki distributor. Kontrak EON-MGM dengan Sony Pictures berakhir di film Spectre yang rilis dua tahun lalu.

BACA JUGA: Mantan Pramusaji Dianugerahi Bintang Hollywood Walk Of Fame

Hak distribusi James Bond yang bakal memasuki film ke-26 itu yang kini tengah diperebutkan lima studio besar. ’’Ada Sony, Warner Bros., Universal Pictures, 20th Century Fox, dan Annapurna,’’ ungkap seorang sumber sebagaimana dikutip New York Times.

”Paramount Pictures sebetulnya juga ikut bursa ini, tapi mundur awal tahun lalu karena kondisi mereka tengah tidak menguntungkan,” lanjut sumber tersebut.

BACA JUGA: Raup Rp 13 Triliun, Beauty and the Beast Film Terlaris 2017

Untuk distributor baru nanti, EON-MGM hanya menawarkan kerja sama satu film. Padahal, dalam kerja sama sebelumnya dengan Sony, mereka mengikat kontrak untuk empat film, yakni Casino Royale (2006), Quantum of Solace (2008), Skyfall (2012), dan Spectre (2015).

Jika sudah ada kesepakatan, kerja tim tidak lantas lebih longgar. Mereka masih harus meyakinkan pemeran Bond terakhir, Daniel Craig, untuk kembali berakting sebagai sang mata-mata Inggris untuk setidaknya satu film. Hal itu tentu tidak mudah mengingat dia telah mengisyaratkan pensiun pasca membintangi Spectre.

BACA JUGA: Film Horor Ini Ancam Mata Pencaharian Badut Profesional

Jika Craig menolak, opsinya adalah membidik pemeran baru. Nama-nama aktor Inggris, mulai Idris Elba hingga Tom Hiddleston, banyak dijagokan fans.

Setidaknya, ada hampir 10 nama yang muncul sejak akhir tahun lalu. Selain direpotkan dengan cast, menjadi rekanan distributor film James Bond sejatinya sebuah pertaruhan besar secara finansial.

’’Dari perjanjian sebelumnya, Sony membayar 50 persen total biaya produksi Spectre yang mencapai USD 250 juta (Rp 3,33 triliun). Tapi, dari keseluruhan profit, mereka hanya mendapat jatah 25 persen,’’ ungkap Andrew Gumpert dalam e-mail Sony yang bocor pada 2014. Selain proyek Bond, Sony bekerja sama dengan MGM untuk film komedi action 22 Jump Street.

Meski begitu, tetap banyak studio yang berminat memiliki hak distribusi franchise yang berawal sejak 1962 itu. Sebab, James Bond merupakan film mata-mata yang paling menjanjikan.

Lima film terakhirnya tidak pernah berpenghasilan kurang dari USD 400 juta (Rp 5,328 triliun). Bahkan, Skyfall sukses masuk one billion dollar club. Film yang dirilis pada 2012 tersebut menghasilkan USD 1,109 miliar (Rp 14,771 triliun).

Kabarnya, EON dan MGM baru akan mengumumkan keputusan distributor itu beberapa bulan ke depan. Artinya, Bond 25 diperkirakan paling cepat rilis pada 2019. (fam/adn/c20/ayi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Glek! Paramount Siapkan 14 Film Transformers Baru


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler