Agum Gumelar: Biarkan Mereka Bekerja

Rabu, 06 Februari 2019 – 22:02 WIB
Agum Gumelar. Foto: Raka Denny/Jawa Pos/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Mantan ketua umum PSSI, Agum Gumelar angkat bicara mengenai kinerja Satgas Antimafia Sepak Bola. Dia berharap publik memberi keleluasaan kepada satgas untuk bekerja. 

"Biarkan mereka bekerjalah. Kan semua juga tidak suka kalau ada pengaturan skor. Biarkan mereka bekerja," kata Agum usai menghadiri deklarasi Bravo Cijantung for Jokowi-Amin, Selasa (5/1)

BACA JUGA: Jelang Penggeledahan, Dokumen Keuangan Persija Dirusak, Dihancurkan!

Agum menambahkan, saat masih menjabat sebagai ketum PSSI, ada 3 ‘poin’ tabu yang dia diberlakukan di sepak bola nasional. Pertama adalah pemain tabu berantem di tengah lapangan. 

"Itu pengecut," tegas Agum.

BACA JUGA: 16 Jam Bersama Satgas Antimafia Bola, Sekjen PSSI Dicecar soal Ini

"Tabu kedua adalah tabu melawan keputusan wasit dengan cara yang tidak wajar. Menendang wasit, mengeroyok wasit. Yang ketiga tabu suap," ujarnya.

BACA JUGA: Sekjen PSSI Ratu Tisha 16 Jam di Ruang Satgas Antimafia Bola

BACA JUGA: Dokumen Keuangan Persija Dirusak Orang Dalam PT LI? Ada Hubungan dengan PSSI?

Sementara mengenai pemberantasan praktik pengaturan skor, Agum menyerahkannya kepada polisi.

"Pengaturan skor dan suap itu tugasnya polisi. Tugas PSSI jangan suap ini kemudian memengaruhi pertandingan. Itu yang tidak boleh," beber Agum.

Meski sudah tidak menjabat sebagai ketua umum PSSI, Agum sebenarnya masih sempat aktif di sepak bola nasional. Salah satunya saat ditunjuk sebagai Ketua Komite Normalisasi saat konflik melanda PSSI yang akhirnya berujung pada sanksi FIFA.

Untuk diketahui, salah satu peserta Liga 1, Arema FC sempat mengutarakan kecemasan Indonesia bakal terkena sanksi FIFA karena intervensi pemerintah dalam mencari pengaturan skor. Bahkan, polisi sampai menggeledah kantor PSSI dan PT Liga Indonesia. 

Kecemasan serupa sempat datang dari Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Pemenangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, Erick Thohir. Menurut dia, pihak-pihak terkait harus segera berkonsolidasi untuk menanggapi kejadian ini.

Erick prihatin Kepolisian, PSSI, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak bersinergi dalam menyelesaikan kasus ini.(dkk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dokumen Kontrak Pelatih Timnas Simon McMenemy tak Diambil


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler