Agus Cerita Detail saat Memutilasi Nuri, Sadis! Sadis!

Sabtu, 23 April 2016 – 12:12 WIB
Kusmayadi bin Dulgani alias Agus (mengenakan baju tahanan) di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/4). Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Setelah membanting dan mencekik Nur Atikah, 33, hingga tak lagi bernapas, Kusmayadi bin Dulgani alias Agus, 31, meninggalkan begitu saja jasad perempuan yang akrab dipanggil Nuri itu.

Saat sedang bekerja Agus mencari cara menghilangkan jejak pembunuhannya. 

BACA JUGA: Pencuri Bertato I Love U Mom Babak Belur Dikormas

Lalu tercetuslah niat Agus memutilasi pacarnya. Sepulang bekerja, Agus mampir ke Pasar Cikupa untuk membeli tas besar. Tiba di rumah kontrakan, Agus mulai memutilsi pacarnya itu dengan menggunakan golok. 

”Golok saya pakai untuk memotong lengan kanan mulai dari batas bahu kemudian tangan kiri, setelah itu potongannya saya masukkan ke dalam tas besar yang sudah saya beli di pasar,” ungkap Agus, di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

BACA JUGA: Nuri Dibanting, Dicekik, Janda Cantik Itu Sempat...

Malam sekitar pukul 22.00, Agus menghubungi ponsel Erik yang merupakan rekan kerjanya di restoran agar datang ke kontrakannya. Kepada Erik pelaku meminta tolong untuk membantunya membuang barang yang tak terpakai. 

”Erik menunggu di depan rumah, saya yang keluar sambil membawa tas plastik itu. Saya dibonceng Erik,” ucap Agus.

BACA JUGA: Kisah Asmara Agus dan Nuri yang Berakhir Mutilasi

Di tengah perjalanan, Erik yang merasa beban motornya berat bertanya kepada Agus barang apa yang hendak dibuangnya itu. Dengan enteng Agus menjawab, ’Jablai’.

Keduanya lantas berhenti di kawasan Tigaraksa Tangerang, di pinggir sebuah bak sampah. Kemudian Agus melempar begitu saja tas plastik berisi potongan tangan jasad Nuri. 

Keduanya lantas pulang ke mess restoran tempat mereka bekerja untuk tidur. ”Senin pagi (11/4) saya kembali ke kontrakan, saya bersihkan darah dan jejak-jejak yang ada. Sorenya baru saya potong kaki-kakinya dia. Malamnya baru saya buang lagi ke pinggir sungai,” tutur Agus.

Sepanjang hari Selasa (12/4) tak ada pergerakan  yang dilakukan Agus, sebab ia berencana baru membuang potongan kepala dan tubuh Nuri pada Rabu malam (13/4).

Namun pada Rabu pagi (13/4) para tetangganya mulai berteriak-teriak ada bau busuk mirip bau bangkai dari dalam rumahnya. 

Agus spontan memilih kabur. Saat itu dirinya langsung berangkat ke Pasar Tigaraksa Tangerang untuk menjual ponsel korban merk Samsung Galaxy J1 warna hitam seharga Rp 500 ribu ke salah satu pedagang ponsel bekas di pasar itu. 

Selanjutnya dia kembali ke mess karyawan restoran tempatnya bekerja di RM Padang Gumarang di Cikupa Tengerang untuk mengambil tas dan beberapa potong pakaiannya. 

Setelah menjadi buronan selama tujuh hari, Agus berhasil disergap tim reserse gabungan di sebuah rumah makan Padang, Rumah Makan (RM) Selero Bundo di Jalan Mas Trip 9-11 Karang Pinang Kota, Surabaya, Jawa Timur pada Rabu pagi (21/4). 

Saat ditangkap Agus sedang duduk menunggu di dalam rumah makan itu dalam rangka mencari pekerjaan. 

Begitu ditangkap Agus langsung digelandang ke Markas Polda Jawa Timur dan siang itu juga dia diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa di Mapolda Metro Jaya. (ind/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Putri Korban Mutilasi Sering Mengigau, Tanya Kapan Ibu Pulang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler