Agus Diduga Pernah Hamili Perempuan Inisial Y

Jumat, 09 Oktober 2015 – 16:57 WIB
Bedeng milik Agus diberi garis polisi. Foto: Fathan Sinaga/JPNN

jpnn.com - JAKARTA -- Polisi belum menemukan dua alat bukti untuk menjerat Agus Dermawan, 40, sebagai tersangka pembunuhan PNF alias Neng (9) yang mayatnya ditemukan di dalam kardus, di sebuah gang sempit di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Namun demikian, Agus (Ags) sudah dijerat sebagai tersangka pencabulan korban berinisial T. Polisi tadi malam sudah memeriksa 13 anak-anak di Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Kamis (8/10) malam.  Mereka terdiri dari 10 pria dan tiga perempuan.

BACA JUGA: Polisi Lacak Lokasi Eksekusi Bocah yang Mayatnya Dibungkus Kardus

"Tiga belas anak itu tadi malam kami periksa di Biddokkes untuk kasus pencabulan dengan tersangka saudara A (Ags)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti, Jumat (9/10).

Menurut Khrisna, Ags juga diduga membuat geng bernama "Boel Tacos" yang berisikan anak-anak di bawah umur. Ags bertindak sebagai komandan geng ini. Mereka mengumpulkan uang alias patungan untuk mengonsumsi ganja dan sabu.

BACA JUGA: Agus Pesta Narkoba sembari Raba-raba dan Ciumi Anak-anak, Hingga Pagi

"Anak-anak kumpul duit Rp 20 ribu, Rp 30 ribu, Rp 50 ribu urunan untuk ngeganja sama nyabu. Koordinatornya Ags," ujar Khrisna.

Polisi tengah mendalami kasus ini. Pemeriksaan terhadap anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Anak-anak, kata Khrisna, tak bisa diperiksa seperti orang dewasa. Ada yang hingga lima kali diajak bicara baru akhirnya mau buka mulut.

BACA JUGA: Begini Modus Ags Melampiaskan Nafsu, Hingga Punya Komunitas Narkoba

Ini tak lepas dari tim polisi wanita yang bergabung melakukan pemeriksaan. "Akhirnya terbongkar ada 13 anak," kata mantan Kapolsek Penjaringan, Jakarta Utara ini.

Bahkan, kata Khrisna, ada yang menginap dan dikuncikan pintu dari dalam oleh Ags. "Diraba-raba diciumi dan sebagainya. Itu korbannya T, 15 tahun," ungkap mantan Kasat Reskrim Polrestro Jakut itu.

Informasi lain yang didapat polisi, Ags diduga pernah menghamili seorang perempuan berinisial Y. Nah, korban disuruh menggugurkan kandungan yang berusia tiga bulan atas perintah Ags. Namun, polisi masih terus mendalami informasi ini.

"Adalagi U bercerita pada T bahwa saudari Y pernah hamil tiga bulan dan digugurkan atas perintah Ags," jelasnya. Namun, kata Khrisna, keberadaan Y skarang sudah tak lagi di Jakarta.

Saat ini, lanjut dia, anggotanya tengah mencari keberadaan Y yang berdasar informasi tengah berada di sebuah daerah di Jawa Barat. "Anggota kami sedang mencari di daerah Jabar," katanya. Jadi, kata Khrisna, segala kendala dalam mengusut kasus ini terus dihadapi dan diurai.

"Tapi butuh proses, jadi mohon sabar," tegasnya.  Hal ini juga untuk mendalami apakah benar Ags merupakan tersangka pembunuhan PNF, bocah sembilan tahun yang jenazahnya dibuang di dalam kardus di Kalideres, Jakbar. (boy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mayat Bocah Dalam Kardus, Selain DNA Polisi Temukan Bercak Darah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler