Ahok: Dana Operasional Bisa Buat Beli Tas Hermes

Kamis, 25 Juli 2013 – 18:25 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama menilai temuan FITRA terkait anggaran operasionalnya bukanlah sesuatu yang luar biasa. Pasalnya, temuan FITRA hanya menunjukan nominal anggaran operasional yang memang telah menjadi hak kepala daerah.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok ini, sebenarnya dana operasional bisa digunakan oleh kepala daerah untuk keperluan apapun. Baik untuk membeli barang-barang mewah atau dibagi-bagikan kepada warga tidak mampu.

BACA JUGA: Jokowi Laporkan Preman Tanah Abang ke Polisi

"Kalau kami beli baju, tas Hermes dan merek mahal dari dana operasional itu pun bisa, ada yang namanya dana lain-lain, bebas. Saya bisa beli apa saja tapi enggak bisa bayar anak saya sekolah, itu baru aneh," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/7).

Jumlah dana operasional yang dianggarkan, lanjut Ahok, juga telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Peraturan menyebutkan bahwa kepala daerah berhak mendapat dana operasional maksimal 0,15 persen dari pendapatan asli daerah (PAD).

BACA JUGA: Ahok Merasa Bebas Gunakan Dana Operasional Kepala Daerah

Untuk tahun 2013, Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Rp 26,6 miliar atau 0,1 persen dari PAD.

Ahok pun menilai FITRA memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat tentang ketentuan dana operasional. FITRA dinilai berusaha membentuk opini publik bahwa pemerintahan Jokowi boros anggaran.

BACA JUGA: Ahok Takut Cabut Izin Metromini

"Kalau tahun depan lebih tinggi lagi karena berarti PAD-nya naik. Kalau memang jago anggaran, kenapa harus membangun opini seperti itu? FITRA baru boleh teriak-teriak ketika kami pakai 0,2 persen. Itu baru temuan," tegas Ahok ketus.

Lebih lanjut Ahok meminta komentar-komentar FITRA tidak diekspos terlalu besar oleh media massa. Pasalnya, ia curiga FITRA sedang berusaha mencari sensasi untuk meningkatkan popularitas.

"Saya heran FITRA ngejarnya nggak karuan. Teman-teman wartawan jangan tanya-tanya soal itu. Karena membuat dia numpang ngetop gara-gara begini. Masuk TV, diundang kemana-mana. Tapi awalnya orang nggak tahu siapa dia," tandas mantan Bupati Belitung Timur ini. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ahok Kritik Balik FITRA


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler