Ahok Merasa Gagal Atasi Banjir

Rabu, 23 Januari 2013 – 17:07 WIB
Pasukan Marinir diterjunkan untuk membantu korban banjir di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Selasa (22/1). Foto: Ade Sinuadji/JPNN
JAKARTA - Program kerja 100 hari duet kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki T Purnama dianggap berhasil. Namun, Basuki justru menolak penilaian tersebut.

Wagub yang biasa dipanggil Ahok itu menilai program 100 hari tidak sesuai dengan harapannya. Pasalnya, banjir besar masih melanda ibu kota.

"Sukses gimana? Enggak, enggak. Gimana banjir aja setengah mati. Bukan bercanda kok, kita ngaku salah," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/1).

Menurut Ahok, dirinya telah mengabaikan peringatan dari Kasubdin Tata Air Pemprov DKI Jakarta, Heriyanto soal prediksi banjir besar yang akan melanda Jakarta. Pasalnya, ia menilai banjir awal tahun ini tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya.

"Saya pikir kenanya seberapa parah sih, saya tinggal di daerah banjr sudah lama. Kita ada lima tahunan, lewat Desember kita seneng kan," ungkap Ahok.

Kediaman pribadi Ahok di kawasan Pluit memang menjadi langganan banjir. Ia pun tak menyangka banjir awal tahun ini lebih dahsyat dibanding tahun sebelumnya.

Seperti diberitakan, saat ini duet pimpinan Jokowi-Ahok tengah melakukan upaya penanggulangan banjir. Upaya yang akan dilakukan antara lain normalisasi sungai, pengerukan sedimen, serta pembuatan sodetan sungai.(dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Belum Bisa Perbaiki Jalan Rusak

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler