Ahok: Pasangan Nomor Tiga Kan Gayanya Dosen

Jumat, 13 Januari 2017 – 23:53 WIB
Dua pasangan calon, Ahok-Djarot (kiri) dan Anies-Sandi dalam debat perdana Pilkada DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1) malam. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menginginkan pembangunan di ibu kota negara bisa memenuhi kebutuhan otak, perut dan dompet warganya. Karenanya calon gubernur yang berduet dengan Djarot S Hidayat itu menuangkan keinginannya itu dalam visi dan misi.

Menurut Ahok, pembangunan hanyalah kebijakan. “Strategi kami harus memenuhi otak perut dan dompet," kata Ahok dalam debat calon gubernur DKI di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (13/1) malam.

BACA JUGA: Ahok Kecewa dengan Debat Tahap Pertama

Lebih lanjut Ahok menuturkan, pembangunan berarti memperbaiki manusianya. Namun, katanya, untuk membangun manusia juga dibutuhkan tempat bagi mereka untuk tinggal dan belajar yang layak.

"Bagaimana kami ingin perbaiki orangnya, kalau mereka mau sekolah dan ibadah tapi rumah dan sekolah terendam banjir hingga banjir tiga minggu," katanya.

BACA JUGA: Apa Permintaan Tora Sudiro kepada Cagub DKI?

Oleh karena, itu, sambung Ahok, dirinya harus mengadakan normalisasi dan memasang sheet pile di bantaran sungai di Jakarta.

"Kami juga mengkaji pemetaan sosial mereka apakah mereka betah. Kalau kita membangun manusia tanpa bangun benda mati, itu teori. Itu namanya dosen mending mengajar saja. Untuk membangun manusia harus ada bentuk fisik. Ya gimana, pasangan nomor tiga (Anies Baswedan, red) kan gayanya dosen," seloroh Ahok.

BACA JUGA: Agus Yudhoyono: Saya 16 Tahun di Militer...

Menanggapi jawaban Ahok, Anies langsung membantahnya.  Menurut Anies, hal yang sangat sederhana untuk membangun manusia adalah melalui pendidikan.

"Ini jawaban enggak nyambung. Makanya jangan kerja, kerja, kerja. Harus banyak gagasan. Jangan remehkan kata-kata karena bisa  memecah-belah masyarakat," tegasnya.

Selain itu, sambung dia, pendidikan juga merupakan hal yang penting. Salah satu contoh yang diberikannya adalah masih banyaknya sopir transportasi umum yang ugal-ugalan lantaran tidak mengenyam pendidikan dengan mutu profesi.

Mendengar tanggapan Anies, Ahok langsung menjawab dengan hal yang sudah dilakukannya sebagai petahana. Misalnya, gaji sopir Transjakarta dua kali lipat dari upah minimum provinsi (UMP).

“Kami bayar sopir dua kali UMP mereka dari sebelumnya mereka yang bekerja sebagai sopir Metromini atau Kopaja. Kami sudah terukur dengan angka Indeks Pembangunan Manusia nomor satu di Indonesia dan kami juga terbukti mendapatkan empat  piagam langsung," tegasnya. (uya/JPG)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sylvi Sindir soal Rusun, Anies Cibir Kampung Deret


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler