Ahok Sudah Kelewatan, Erick Thohir Harus Ambil Tindakan

Rabu, 29 Desember 2021 – 22:54 WIB
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: antara

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra mengatakan Menteri BUMN Erick Thohir harus mengevaluasi kinerja Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dedi menyebut Erick bisa mencopot Ahok agar tak ada lagi kegaduhan di internal Pertamina.

BACA JUGA: Slank Genap 38 Tahun, Erick Thohir: Mereka Menggemakan Semangat Mencintai Negeri

"Saya kira tidak berlebihan kalau Erick Thohir harus mencari pengganti BTP dan tidak melibatkan tokoh politik dalam internal Pertamina. Pertamina ini kan BUMN strategis. Artinya kalo tidak tepat orang yang mengisi akan merusak reputasi," kata Dedi kepada wartawan, Rabu (29/12).

Dedi menyebut Erick harus mempertimbangkan beberapa hal.

BACA JUGA: Erick Thohir Berharap Banjar Creative Space Tingkatkan Kualitas SDM Bali

Pertama Ahok tidak berhasil menunjukkan kinerjanya sebagai komisaris utama dan meningkatkan produktivitas Pertamina.

Kemudian, kata Dedi, kegaduhan yang ditimbulkan Ahok bisa menurunkan kepercayaan publik kepada Pertamina.

BACA JUGA: BTN Fasilitasi Kebutuhan Rumah Para Anggota KOPKARI, Jumlahnya Wow

"Itu juga berdampak kepercayaan publik ke pemerintah. Dengan dua indikasi itu saya kira, perlu bagi Erick Thohir mengevaluasi kinerja kehadiran dari BTP," ujarnya.

Dedi menilai Ahok selaku komisaris utama juga melakukan tindakan yang melampaui batas, seperti mengomentari sesuatu hal yang menjadi tugas direksi.

Menurutnya, kapasitas Ahok bukan sebagai komisaris tetapi politisi yang berada di BUMN.

"Ini bisa mengganggu produktivitas. Kehadiran BTP membuat disharmoni dengan jajaran direksi lain, misalnya BTP berselisih pandang sesama komisaris terkait rencana mogok pekarja pegawai pertamina," katanya.

"Bahkan juga melakukan kritik kepada direksi yang semestinya kritik itu betul memang wilayahnya BTP tapi tidak di luar publik, misalnya di dalam rapat," ujarnya. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pupuk Indonesia Perkenalkan RMS, Program Digitalisasi Penjualan Untuk Kios


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler