AHY Merapat ke Istana, Kubu Jokowi Incar Koalisi 'Gemuk'

Jumat, 03 Mei 2019 – 10:36 WIB
Presiden Joko Widodo saat menerima Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (2/5). Foto: M Fathra Nazrul/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Proses rekonsiliasi antara pendukung Jokowi - Ma’ruf dan Prabowo - Sandiaga terus berjalan.

Kemarin, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memenuhi undangan bertemu Jokowi di Istana.

BACA JUGA: Jokowi Undang AHY, Prabowo Pengin Temui SBY

BACA JUGA: Presiden Jokowi Terima Mas AHY di Ruang Pribadi

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purnawirawan Moeldoko menyatakan, pertemuan antara dua pihak yang berseberangan setelah pelaksanaan pemilu merupakan hal biasa. Sebab, pada hakikatnya, persaingan dan kontestasi telah usai.

BACA JUGA: Jokowi - AHY Tampak Akrab Banget, Gerindra Apa Kabar ?

Apakah itu berarti Partai Demokrat akan masuk koalisi pemerintah? Moeldoko belum memastikan. Namun, dia menegaskan bahwa pemerintah selalu membuka diri. ”Yang pasti menyambut baik,” ujar Moeldoko di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta.

Moeldoko mengakui, dari segi komposisi, sebetulnya koalisi pemerintah yang saat ini mencapai 60 persen kursi DPR sudah cukup. Namun, menurut dia, semakin 'gemuk' koalisi akan semakin kuat. Dengan begitu, pemerintahan bisa berjalan efektif.

BACA JUGA: Rizal Ramli: Pak Jokowi Sing Eling, Bayar BPJS Dulu

“Kalau bisa (koalisi, red) di atas 80, kenapa harus 60. Kan gitu,” ujarnya.

BACA JUGA: Mas AHY Mengaku Happy usai Berbicara Empat Mata dengan Presiden Jokowi

Hingga kini, dua partai yang intens membangun komunikasi dengan koalisi pemerintah adalah PAN dan Demokrat. Padahal, dua partai tersebut termasuk barisan koalisi pendukung Prabowo-Sandi.

Meski demikian, mantan panglima TNI itu mengakui, untuk sampai posisi 80 persen, butuh komunikasi politik lebih jauh. Tak hanya dengan pihak yang ingin dirangkul, tetapi juga dengan pembicaraan di internal. Sebab, yang selama ini berjuang dalam pemenangan pilpres adalah koalisi di internal.

Namun, Moeldoko optimistis, seiring berjalannya waktu, akan ditemukan solusi dan keseimbangan politik yang tepat.

”Sekali lagi, perlu dicari jalan terbaik bagaimana membangun koalisi yang semua pihak menerima dan pemerintah menjadi sangat efektif,” ujarnya.

BACA JUGA: Bertemu Jokowi, AHY Sampaikan Pesan SBY

Sementara itu pertemuan AHY dengan Jokowi berlangsung setelah presiden pulang dari kunjungan kerja ke Jawa Timur. AHY tiba di istana pukul 15.44 menggunakan mobil Toyota Land Cruiser hitam dengan nomor polisi B 2024 AHY.

Pertemuan dimulai pukul 16.15 dan berlangsung sekitar 30 menit. Setelah pertemuan, AHY mengatakan, kedatangannya ke istana untuk memenuhi undangan silaturahmi Presiden Jokowi.

AHY mengatakan, pada prinsipnya, dirinya dan Jokowi memiliki semangat yang sama untuk membangun Indonesia. Karena itu, diperlukan kesempatan untuk saling bertukar pikiran.

”Komunikasi itu tidak harus selalu berbicara tentang politik secara pragmatis, tetapi juga hal-hal besar lain,” imbuhnya. (jpc/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dulu Empat Provinsi Ini Dimenangi Jokowi, Sekarang Prabowo Berjaya


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler