Airlangga Ingatkan Pentingnya Hal ini Demi Pemulihan Perekonomian Bangsa

Rabu, 08 Februari 2023 – 20:07 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) berbincang dengan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Foto: Ist.

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan koordinasi yang kuat antara pemerintah dengan seluruh stakeholder yang ada sangat penting untuk mempercepat pemulihan perekonomian bangsa.

Karena itu, Airlangga mengajak semua elemen meningkatkan sinergi dan kerja sama demi mewujudkan visi Indonesia maju demi kesejahteraan bersama.

BACA JUGA: Susi Pudjiastuti Bantah Masuk Golkar dan Ditawari untuk Bungkam di Kasus Impor Garam

"Koordinasi yang kuat antara pemerintah dengan seluruh stakeholders, termasuk TNI POLRI menjadi satu kesatuan dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi dan agenda pembangunan nasional pascapandemi," ujar Airlangga.

Dia menyatakan hal tersebut pada Rapat Pimpinan TNI – POLRI 2023 yang digelar di Jakarta, Rabu (8/2).

BACA JUGA: Punya Kinerja Positif dan Segudang Prestasi, Airlangga Layak Dicapreskan KIB

Rapim kali ini mengangkat tema 'TNI-POLRI Siap Mendukung Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

Dalam pemaparannya Airlangga terlebih dahulu mengemukakan bahwa kuatnya fundamental ekonomi nasional membuat aktivitas ekonomi domestik tetap bergeliat.

BACA JUGA: Pengamat: Rencana Pertemuan PKB-Golkar untuk Perkuat Posisi

Beberapa indikator utama menunjukkan prospek cerah untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perlambatan kinerja ekonomi global.

Dalam hal ini permintaan domestik tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional pada 2023.

Tercermin dari Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang masih tinggi sehingga menggambarkan optimisme ekonomi Indonesia ke depannya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 5,01 persen (yoy).

Secara full year, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 mampu tumbuh solid sebesar 5,31 persen (ctc), tertinggi sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan ini kembali mencapai level 5 persen seperti sebelum pandemi.

"Jadi, tercapai karena situasi politik dan ekonomi yang kondusif dan keamanan yang baik. (Kami) apresiasi kepada TNI/POLRI, karena stabilitas politik yang baik, jadi ekonomi tetap bergerak,” ucapnya.

Airlangga dalam kesempatan kali ini juga mengemukakan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang menyebar di seluruh dunia dua tahun lalu membuat pertumbuhan ekonomi global melambat.

Namun, Airlangga optimistis kebijakan fiskal dan moneter yang tepat, akan membuat perekonomian bangsa tetap bangkit.

Kebijakan dimaksud antara lain UU 3/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2/2022 tentang Cipta Kerja dan pengaturan Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Hal lain, Indonesia juga akan memegang tampuk Keketuaan ASEAN 2023.

Thema yang diangkat 'ASEAN Matters: Epicentrum of Growth', menjadikan ASEAN relevan dan penting dalam menyikapi dinamika geopolitik, serta menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan kawasan dan dunia yang mendukung ekonomi kawasan yang makin resilien.

Airlangga berharap kebijakan yang diambil pemerintah dapat menjadi pilar untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, serta stabilitas keuangan dan nilai tukar.

Dalam hal ini tentu sangat dibutuhkan dukungan penuh dari TNI POLRI, demi terciptanya situasi keamanan yang kondusif pada rangkaian Keketuaan ASEAN Indonesia 2023. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bertemu Gibran, Airlangga Blak-blakan, Suami Selvi Ananda Bilang Rahasia


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler