Airlangga Optimistis Pembangunan Kawasan Menara Syariah Bakal Buka Banyak Lapangan Kerja

Selasa, 10 Desember 2019 – 23:25 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Humas Kemenko Perekonomian

jpnn.com, JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan proyek pembangunan Menara Syariah di kompleks perkantoran kawasan Pantai Indah Kapuk 2 yang tengah dibangun akan membawa dampak ekonomi yang besar dan strategis. Untuk tahap awal pembangunan, proyek ini akan menyerap sekitar 5 sampai 20 ribu tenaga kerja.

Hal itu diungkapkan Airlangga pada acara peletakan batu pertama atau ground breaking gedung kembar Menara Syariah di Swisshotel, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu malam (8/12).

BACA JUGA: Biayai Perumahan ASN, BNI Syariah Gandeng Setneg dan Barokah Syariah Properti

Menurutnya, pemerintah pada dasarnya mendukung investasi atau proyek yang mampu menyerap tenaga kerja atau mendatangkan pekerjaan bagi masyarakat. Apalagi jika secara jangka panjang memiliki dampak positif secara ekonomi.

“Pembangunan Menara Syariah ini akan disertai dengan kawasan pusat keuangan terpadu. Secara khusus juga akan menyasar perkembangan ekonomi syariah di mana Indonesia seharusnya bisa menjadi pemain utama,” kata Airlangga.

BACA JUGA: Dukung Inklusi Keuangan, BNI Syariah Tebar Promo Menarik

Airlangga menambahkan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia terbilang relatif masih rendah jika dibandingkan misalnya dengan Malaysia.

Airlangga mengatakan pasar keuangan syariah dunia pada tahun 2023 diperkirakan mencapai US$ 3 miliar. Hingga saat ini, nilai itu baru mencapai US$ 460 juta. Sementara, perkembangan keuangan syariah di Indonesia masih sekitar 10 persen.

BACA JUGA: Bamsoet: Kemampuan Lulusan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Lapangan Kerja

Menara Syariah terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 dan di atasnya akan berdiri pula Kawasan Pusat Keuangan Syariah Internasional terpadu. Menara kembar tersebut berdiri di atas lahan sekitar 4 hektar dengan rencana pembangunan akan membutuhkan waktu sekitar 20 bulan.

Sedangkan, secara total dari lahan seluas 23,5 ha akan dibangun 45 gedung yang akan dikembangkan dengan proyeksi selesai dalam 10 tahun.

Hadir pula pula sejumlah menteri dan pimpinan organisasi Islam pada acara ini, seperti KH Said Aqil Siradj, Ketua PBNU,

Komjen Pol (Purn) Syafruddin, Wakil Ketua Umum Dewan Mesjid Indonesia, Luhut Pandjaitan, Menko Kemaritiman dan Investasi; Erick Tohir, Meneg BUMN; Budi Karya, Menteri Perhubungan; perwakilan negara-negara Muslim, dan tokoh lainnya.

Kawasan ini nantinya tak hanya berisikan keuangan syariah, namun juga menjadi kawasan ekonomi terintegrasi, pusat perkantoran, pertokoan, kuliner, khususnya kuliner halal, hunian, serta tempat wisata baru yang terbuka untuk masyarakat.

Menurut Presiden Direktur Agung Sedayu, Nono Sampono, kawasan PIK 2 akan membawa semangat baru pembangunan kota Jakarta.

“Pengembangan kawasan PIK 2 tak hanya akan menjadi basis ekonomi syariah internasional. Namun juga akan menjadi kawasan pengembangan kehidupan toleransi beragama, karena di sana akan dibangun pula sejumlah rumah ibadah besar untuk melambangkan kerukunan hidup beragama di Indonesia”.

Adapun dana pembangunan Menara Syariah ini hadir, antara lain dari investor dalam negeri yaitu PT Bangun Kosambi Sukses (kerjasama dua konglomerat Agung Sedayu Group dan Salim Group). Selain itu ada juga PT Fin Centerindo, serta investor Malaysia, Matrix Concepts Holdings Berhad.

Di samping itu, PT Nikko Sekuritas Indonesia ditunjuk sebagai penasehat keuangan. Agung Sedayu Group dan Salim Group juga menggandeng sejumlah investor mancanegara untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler