Ajak Santri Optimalkan Keterampilan Berlandaskan Agama, Ganjar: Lulus dari Sini Mereka Akan Paham

Senin, 16 Januari 2023 – 12:14 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto dok pemprov Jateng

jpnn.com, PEKALONGAN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sowan ke para pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Muqoddas, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan pada Minggu (15/1) siang.

Ganjar menemui KH Tajuddin Shorih, selaku pengasuh ponpes, sekaligus tokoh agama berpengaruh di Pekalongan yang juga sahabat lamanya.

BACA JUGA: Bawa Jateng Jadi Lumbung Beras Nasional, Ganjar: Petani Kita Hebat

"Sudah lama 3 tahun lalu mau ke sini karena Pak Yai Tajudin ini sahabat saya. Waktu itu agak intens kami berkomunikasi, makanya sekarang saya silaturahmi mumpung PPKM sudah dibuka," ujar Ganjar.

Tak hanya bertemu KH Tajuddin Shorih, Ganjar juga bersilaturahmi dan berinteraksi dengan para santriwan dan santriwati Ponpes Baitul Muqoddas Pekalongan.

BACA JUGA: Penuhi Kebutuhan Petani, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Subsidi 1,45 Juta Ton Hingga Lini III

Di hadapan para santri, pria 54 tahun ini menuturkan perkembangan pesantren menjadi sangat penting untuk dilakukan dengan mengandalkan bakat dan keterampilan dari para santri.

Pemprov Jawa Tengah pun telah melakukan upaya itu, antara lain dengan terus menggiatkan program ekonomi berbasis pesantren untuk meningkatkan kemandirian pesantren.

BACA JUGA: Kembangkan Bumdes di Krengseng, Orang Muda Ganjar Berkolaborasi dengan Para Pemuda

Kemudian untuk meningkatkan fasilitas pembelajaran pesantren, Ganjar juga mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren yang merupakan turunan dari UU Pesantren Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

"Mereka bisa mengembangkan pengetahuan keagamaannya dengan sangat baik. Tapi butuh juga life skill yang perlu dikembangkan. Juga perlu melihat adaptasi atau kondisi luar yang sedang berubah," jelas Ganjar.

Oleh karena itu, Ganjar meminta tak hanya Ponpes Baitul Muqoddas saja, tetapi juga seluruh ponpes yang berada di Jawa Tengah bisa terus mengembangkan pendidikan agama dan juga mengawal para santri hingga lulus.

"Lulus dari sini mereka akan sangat paham akan situasi agar tidak tergoda pada hal-hal yang tidak menguntungkan di masa depan," kata Ganjar.(chi/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler