Ajinomoto Edukasi Lansia untuk Tetap Bisa Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi

Rabu, 10 Maret 2021 – 15:08 WIB
Ajinomoto. Foto dok Shutterstock

jpnn.com, JAKARTA - PT Ajinomoto Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar webinar sebagai upaya mendukung masyarakat Indonesia terutama lansia, agar tetap sehat dengan menyebarluaskan fakta informatif tentang Bumbu Umami dan Monosodium Glutamat (MSG) di tengah pandemi COVID-19.

Webinar Event dengan tema "Edukasi Peran MSG dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Lansia & Strategi Penurunan Asupan Garam", diikuti 1.000 peserta, dan sebagian besar berprofesi sebagai dokter umum dari seluruh Indonesia.

BACA JUGA: PT AJINOMOTO Berkomitmen Bantu Pemerintah Kurangi Emisi Karbon di Indonesia  

Pakar diet dan gizi klinik sekaligus anggota IDI dr Johanes Chandrawinata mengatakan, saat diopname di rumah sakit, pasien lansia kurang bersemangat dalam menyantap makanannya, karena itu proses penyembuhannya menjadi makin lama.

"Sebenarnya penggunaan MSG pada makanan di rumah sakit bisa menjadi solusi untuk mempercepat proses recovery pasien lansia yang diopname. Sudah banyak penelitian yang membuktikan hal tersebut, salah satunya dilakukan oleh Shigeru Yamamoto, pada 2009. Dalam penelitian tersebut, terbukti bahwa pemberian MSG pada makanan yang dikonsumsi lansia membuat mereka lebih banyak memproduksi saliva, itu penting untuk mambantu proses mengunyah dan menelan pada lansia," ungkap dr Johanes di acara webinar.

BACA JUGA: Satu Keluarga Menjalani Praktik Prostitusi, dalam Sehari Punya Target Pelanggan

“Kemudian, penelitian tersebut juga membuktikan bahwa penambahan MSG pada makanan yang dikonsumsi lansia, membuat nafsu makan mereka meningkat. Kita sadar bahwa salah satu faktor utama penyebab malnutrisi pada lansia adalah turunnya nafsu makan dan juga masalah mengunyah serta menelan. Sehingga, peran MSG ini ternyata sangat baik,” lanjutnya.

Menurut dr. Johanes, jika penambahan MSG pada makanan diberikan pada lansia yang sehat dan tidak diopname di rumah sakit, maka sistem imun nya akan terjaga karena nafsu makan mereka meningkat untuk makan makanan yang bergizi.

BACA JUGA: Pembunuh Diska Putri Belum Tertangkap, Keluarga Ancam Lakukan Hal Ini

“Melakukan diet rendah garam juga menjadi salah satu cara untuk mencegah munculnya penyakit degeneratif, dengan mencegah hal tersebut, peluang kita untuk menjaga sistem imun semakin tinggi. Sudah banyak penelitian tentang penurunan asupan natrium (garam). Contoh, Halim dkk dalam penelitian terbaru tahun 2020, Journal of Food Science juga membuktikan peran MSG dalam menjaga rasa nikmat pada makanan walaupun kadar natrium nya dikurangi antara 30-60 persen. Dari penelitian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa penurunan asupan garam dapat dicapai tanpa harus mengorbankan cita rasa makanan dengan penambahan MSG secukupnya,” ucap dr Johanes. (rhs/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler