Akademisi IPB Sebut Fluktuasi Harga Cabai Adalah Siklus Musiman

Kamis, 08 April 2021 – 10:07 WIB
Dwi Andreas Santoso mengatakan, kenaikan harga cabai yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman yang disebabkan cuaca ekstrem, seperti curah hujan tinggi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat pangan IPB sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santoso mengatakan, kenaikan harga cabai yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman yang disebabkan cuaca ekstrem, seperti curah hujan tinggi.

Menurut dia, siklus ini bahkan sudah diamati dirinya sejak tujuh tahun terakhir.

BACA JUGA: Kementan: Harga Cabai Segera Turun

Sehingga, kata Andreas, kerap dijumpai saat puasa dan Lebaran harga komoditas utama seperti cabai, bawang dan ayam potong akan mengalami kenaikan.

"Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan ramadhan atau lebaran. Kenaikan ini hanya siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrim. Kalau diperhatikan saat ini nampaknya mulai kembali normal," ujar Andreas di Jakarta, Rabu (7/4).

BACA JUGA: Gandeng APO, Kementan Bidik Peluang Generasi Muda Garap Pertanian Daerah

Di sisi lain, kata Andreas, kondisi harga subsektor tanaman pangan sejauh ini dalam kondisi yang wajar. Hal ini bisa dilihat dari data margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) tanaman pangan selama lima tahun terakhir.

"Kalau kami melihat data MPP hortikukultura memang relatif tinggi bahkan bisa 60 persen. Tapi kalau MPP untuk tanaman pangan selama 5 tahun ini masih dalam batas wajar, yakni sekitar 20 persen," beber dia.

Selain itu, dia menilai, jika dikaitkan dengan pembelian cabai dengan harga yang mahal berdampak baik untuk membantu peningkatan kesejahteraan petani.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Ermarini mengatakan, ke depan harus ada analisa yang dalam mengapa kondisi harga di lapangan mengalami lonjakan.

"Saya setuju kalau kenaikan ini karena siklus, tapi bukan siklus yang biasa saja. Perlu anasilis yang dalam seperti apa dan kira kira sampai berapa lama kenaikan ini terjadi. Saya kira ini sangat penting sebab petani butuh kepastian," kata dia.

Komisi IV, kata Anggia akan melakukan pengecekan langsung mengenai situasi yang terjadi di lapangan.

"Minggu ini kita akan datang ke pasar dan ke Bulog untuk mengecek langsung seperti apa situasi harga di lapangan," ujar dia.

Asosiasi Pedagang Pasar Ngadiran juga menyampaikan keyakinan yang sama. Dia yakin bahwa kondisi harga-harga di lapangan akan kembali pulih dalam waktu dekat.

Kendati demikian, dia meminta pemerintah tetap memberi kepastian, agar masyarakat bisa menjalankan ibadahnya dengan baik.

"Kondisi saat ini bulan puasa belum masuk, tapi ada beberapa komoditi yang harganya masih bertahan di atas. Untuk cabai memang sudah turun, tetapi kalau naik, untungnya harus benar-benar sampai ke tingkat petani," tutup dia. (jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler