Akbar Tandjung Sindir SBY Belum bisa Stabilkan Harga Pangan

Senin, 25 Maret 2013 – 15:21 WIB
JAKARTA - Politikus senior Partai Golkar Akbar Tandjung menyoroti peran pemerintah dalam menstabilkan harga bahan pokok yang terus melambung. Menurutnya, usaha pemerintah untuk menurunkan harga bawang dan juga daging sapi masih belum maksimal.

"Nampak betul di antara pejabat yang punya kewenangan tidak memiliki kesamaan visi dan misi soal pangan. Terlebih peraturan pangan masih sangat lemah," ujar Akbar saat membuka acara diskusi politik pangan bertema Menguak Dugaan Kartel Pangan Impor di Aula Akbar Tanjung Institute, Jalan Pancoran Indah Raya Liga mas Indah, Jakarta, Senin (25/3).

Mantan Ketua DPR ini pun sempat menyindir langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam mengatasi masalah ini.

"Presiden terlihat sangat semangat mengurusi masalah naiknya harga, sampai menegur para menteri di depan stasiun televisi. Padahal ini tidak lepas pada kesalahan dia juga (SBY)," tutur Akbar.

Mengapa? menurut Akbar, Presiden dalam hal ini mempunyai kewenangan besar sebagai pemimpin tertinggi di Indonesia.

Untuk itu dia pun menyayangkan sikap pemerintah dan presiden yang belum bisa menstabilkan harga-harga bahan pokok yang melonjak naik.

"Karena, kita melihat masalah pangan ini menjadi masalah yang penting. Bangsa kita mempunyai ketahanan pangan yang cukup untuk mendukung kedaulatan pangan. Itu seperti jaminan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan. Tapi kelihatannya tentu tidak mungkin, kita masih mengimpor bawang dan kedelai," sesalnya.

Akbar pun khawatir, bila harga-harga pokok tidak cepat teratasi maka bisa akan merembet pada masalah politik.

"Lantas, kalau soal pangan kita tidak bisa mengatasi dengan baik, maka bisa jadi akan berdampak pada politik," tutup Akbar tanpa menjelaskan maksud ucapannya. (chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga Sawit Membaik, Cabai Melejit

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler