AKBP Adi: Sekarang Jangan Main-main Lagi, Tak Ada Teguran Lisan, Saya yang Bertanggung Jawab

Kamis, 14 Januari 2021 – 00:11 WIB
Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono memberikan arahan saat apel kesiapsiagaan pelaksanaan PSBB di Markas Polres Garut, Jawa Barat, Rabu (13/1). Foto: ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Garut

jpnn.com, GARUT - Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono memerintahkan anggotanya agar jangan ragu menegakkan hukum untuk mencegah wabah Covid-19, terkhusus karena ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

"Sekarang sudah tidak main-main lagi dan saya yakinkan rekan-rekan tidak perlu ragu terkait penegakkan hukum, tanggung jawab limpahkan ke saya," kata dia, saat apel kesiapsiagaan pelaksanaan PPKM tingkat Garut, Rabu.

BACA JUGA: Kombes Satake: Perintah Pak Kapolda Tegas, Proses Pidana dan Pecat!

Ia menyampaikan jajarannya di tingkat Polres Garut maupun Polsek sudah siap melakukan operasi penegakan disipilin PPKM selama 14 hari atau sampai 25 Januari 2021.

Menurut dia PSBB secara proporsional saat ini sudah tidak lagi memberlakukan sanksi teguran lisan, maupun hukuman push up, melainkan sudah tindakan tegas seperti penutupan tempat dan memberi denda.

BACA JUGA: Respons Mabes Polri Atas Penunjukan Komjen Listyo Sebagai Calon Tunggal Kapolri

"Sudah tidak ada lagi teguran lisan, tidak ada push-up, jika dia pelaku usaha, usahanya tutup, jika pelanggarannya ringan kita denda," kata dia.

Ia menginstruksikan anggotanya jika ada industri besar atau perkantoran yang melanggar PSBB, di antaranya melebihi kapasitas ruangan maka akan dilaporkan kepada pemilik usaha, untuk selanjutnya ditutup.

"Jika dia industri atau perkantoran melebihi kapasitas laporkan kepada pemilik usaha. Tutup," katanya.

Ia menyampaikan tim yang bergerak ke lapangan dibagi per klaster yakni klaster penindakan untuk perkantoran, tempat hiburan, tempat makan, pesantren, wisata, tempat makan, moda transportasi, dan keluarga.

"Masing-masing tim bergerak nanti ada klaster perkantoran, ada klaster tempat hiburan, ada klaster tempat wisata, ada klaster tempat makan, ada klaster pesantren, ada klaster moda transportasi, ada klaster keluarga," katanya.

Ia menegaskan pelaksanaan PPKM lebih dititikberatkan pada penindakan terhadap pelanggar karena Kabupaten Garut salah satu daerah dengan tingkat kepatuhan paling rendah terkait PPKM.

Ia berharap selama dua pekan ke depan ada perubahan yang lebih baik dalam upaya mencegah dan memutus rantai penularan wabah Covid-19 di Kabupaten Garut.

"Garut dinilai oleh pimpinan pusat tingkat kepatuhan, tingkat kedisiplinannya terhadap protokol kesehatan paling rendah, sangat jelek, jadi saya minta mudah-mudahan dalam waktu dua minggu ini ada perubahan yang signifikan," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler