AKBP Lukman Bawa Titipan Presiden Jokowi untuk Istri Terduga Teroris, Menyentuh

Minggu, 04 April 2021 – 02:10 WIB
Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif saat memberikan santunan dari Presiden Jokowi kepada SA, istri terduga teroris di Kampung Limbangan, Desa Cibodas, Sukabumi, Jabar, Sabtu (3-4-2021). ANTARA/HO-Humas Polres Sukabumi

jpnn.com, SUKABUMI - Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif menyerahkan titipan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada SA (25), istri dari terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di Jakarta.

Lukman menemui SA di rumah kontrakannya di Kampung Limbangan, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) pada Sabtu (3/4).

BACA JUGA: Detik-detik Densus 88 Beraksi di Banyumas, Jalan Ditutup, Warga Dilarang Keluar Rumah

"Saya dihubungi staf kepresidenan untuk menyampaikan pesan dan amanah kepada keluarga terduga teroris yang mengontrak rumah di Kampung Limbangan," kata AKBP M Lukman Syarif melalui Paur Humas Ipda Aah Saepul Rohman di Sukabumi, Sabtu.

Menurut dia, ada beberapa pesan dari Presiden Jokowi yang disampaikan langsung oleh Kapolres Sukabumi kepada SA (25).

BACA JUGA: 5 Faktor Pengemudi Fortuner Acungkan Pistol Tak Layak Disebut Koboi

Selain itu, presiden juga memberikan bantuan uang tunai untuk SA yang terlilit utang dan masih memiliki bayi berusia beberapa bulan.

Presiden Jokowi mengetahui istri dan anak terduga teroris itu dalam kondisi memprihatinkan akibat ulah suaminya terlibat jaringan terorisme setelah membaca pemberitaan di media daring.

BACA JUGA: Ketahuan Berbuat Terlarang, Janda dan Cewek Muda Ini Langsung Diciduk Polisi

Bantuan uang tunai itu titipan Presiden Jokowi kepada Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman melalui staf kepresidenan. Ditegaskan Ipda Aah, santunan tersebut pun murni bantuan dan tidak ada maksud lain.

"SA, istri terduga teroris ini pun berterima kasih kepada Pak Jokowi yang telah merespons keluhannya karena terlilit utang bank dan masih mempunyai bayi sehingga beban keluarga sangat berkurang," ucapnya.

Di sisi lain, SA mengaku tidak mengetahui bagaimana suaminya bisa terjerumus dan bergabung dengan jaringan teroris.

Sebab, selama berumah tangga, SA tidak melihat ada gelagat yang mencurigakan dari suaminya.

"Tentunya saya awalnya tidak percaya bahwa suami terlibat kasus terorisme. Yang saya tahu memang suami bekerja di Jakarta dan pulang saat libur, dan kembali lagi ke Jakarta untuk bekerja," ucap SA.

Sebelumnya tim Densus 88 Mabes Polri menggeledah salah satu rumah di Kampung Limbangan, Desa Cibodas, Sukabumi yang ditempati salah seorang terduga teroris yang ditangkap di kawasan Mangga Dua, Jakarta.

Dari hasil penggeledahan di rumah itu, polisi menyita beberapa barang bukti yang diduga ada kaitannya dengan aktivitas jaringan teroris. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler