Akhir Pekan, IHSG Gagal Bertahan di Zona Hijau

Jumat, 24 Oktober 2014 – 18:08 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan berbalik ke zona merah. Tertekan hampir sepanjang perdagangan, IHSG turun 30,450 poin (0,60 persen) ke level 5.073,068 dan indeks LQ45 turun 5,169 poin (0,60 persen) ke level 862,550 pada penutupan perdagangan hari ini (24/10).

Frekuensi transaksi perdagangan reguler hari ini mencapai 184.370 kali dengan volume 2,856 miliar saham atau Rp 3,398 triliun. Sebanyak 203 saham turun dan hanya 94 saham naik. Selebihnya stagnan.

BACA JUGA: Garuda Indonesia Kembali Layani Denpasar–Dili

Saham-saham mengalami kenaikan nilai tertinggi (top gainers) diantaranya Astra Agro (AALI) naik 625 (3,18 persen) ke level 20.300. Multi Prima (LPIN) naik 250 (4,13 persen) ke level 6.300. Bank Mayapada (MAYA) naik 245 (14,00 persen) ke level 1.995. Indo Tambangraya (ITMG) naik 150 (0,70 persen) ke level 21.650.

Sebaliknya, saham-saham mengalami penurunan paling dalam (top losers) antara lain, Merck (MERK) turun 2.000 (1,23 persen) menjadi 160.000. Elang Mahkota (EMTK) turun 1.200 (16,44 persen) menjadi 6.100. HM Sampoerna (HMSP) turun 1.000 (1,41 persen) menjadi 70.000. Unilever (UNVR) turun 600 (1,92 persen) menjadi 30.600.

BACA JUGA: JK Sebut BBM Belum Naik November Nanti

Tim Riset PT Valbury Asia Securities menyebut penundaan pengumuman kabinet tidak membuat pasar gusar. ”Bahkan penundaan sudah terjadi beberapa kali, tetapi pasar tetap tidak bereaksi terhadap dinamika pengumuman kabinet Trisakti oleh Presiden Joko Widodo.”

Meskipun demikian, pasar tetap menaruh harapan terciptanya kabinet yang bersih dan diisi oleh professional sehingga, nantinya mampu meningkatkan perekonomian nasional lebih baik. ”Jika alasan penundaan pengumuman komposisi kabinet terjadi karena, adanya tarik menarik kepentingan yang sangat kuat dalam penyusunan, setelah KPK memberikan tanda merah dan kuning terhadap delapan nama calon menteri, maka pasar menilai hal ini yang positif dilakukan pemerintah Jokowi,” ulasnya.(gen/dio)

BACA JUGA: Ekonomi Global Masih Rentan

BACA ARTIKEL LAINNYA... BI Dorong Pengurangan Subsidi BBM


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler